Ahmad Fauzie Nur: KITB Merupakan Tantangan Sekaligus Peluang

- Jurnalis

Senin, 7 Desember 2020 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA SEMARANG – Dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diundangkan tanggal 20 November 2020, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), termasuk satu diantara 201 proyek dan 10 program yang mencakup 23 sektor dengan nilai investasi sebesar Rp4.809,7 triliun masuk dalam daftar PSN terbaru.

Demikian dijelaskan Ahmad Fauzie Nur, selaku Direktur Operasional PT. Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) atau disingkat KIW, Senin (7/12/2020).

Fauzie menģatakan, rencana yang sudah matang untuk mengelola KITB, KIW merupakan anggota konsorsium dengan pola Joint Ventura (JV) bersama-sama dengan PT. PP (Persero), PTPN IX dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang. Masuknya KITB merupakan tantangan sekaligus peluang.

“Tantangan karena Presiden dengan menerbitkan Perpres 109 Tahun 2020 menaruh harapan besar terhadap KITB untuk memaksimalkan dampak PSN bagi percepatan pembangunan, penciptaan lapangan kerja dan pemulihan ekonomi nasional,” kata Fauzie.

Sedangkan peluangnya KITB sekaligus merupakan pengembangan KIW yang sudah membangun, mengembangkan dan mengelola kawasan industri, namun tersedianya lahan sangat terbatas.

Menurutnya, optimistis KITB dikarenakan lahan seluas 4.300 hektar milik negara yang dikelola oleh PTPN IX akan efektif karena tidak perlu melakukan pembebasan lahan. Dimana aspek pembebasan lahan menjadi variabel yang paling menantang dalam setiap pembangunan kawasan baru.

“Untuk itulah rencana JV yang terdiri dari perusahaan BUMN dan Pemkab Batang segera terwujud dan harus sinergi. Sinergitas diperlukan karena kolaborasi empat komponen organisasi yang memiliki karakter dan core bisnis yang berbeda,” pungkasnya. (Nining)

Berita Terkait

Efisiensi, Simpul Sukabumi Soroti Survei Jalan dan Dugaan Penyimpangan
Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:28 WIB

Efisiensi, Simpul Sukabumi Soroti Survei Jalan dan Dugaan Penyimpangan

Selasa, 15 September 2026 - 09:10 WIB

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB