Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra dan Peserta MagangHub

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Monitoring Program Pemagangan Nasional di De Djokja Malioboro Hotel, Yogyakarta, Selasa 29 September 2026.

Photo: Monitoring Program Pemagangan Nasional di De Djokja Malioboro Hotel, Yogyakarta, Selasa 29 September 2026.

BERITA YOGYAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam proses verifikasi Program Magang Nasional (MagangHub).

Teknologi ini, membantu menelaah informasi mitra penyelenggara dan peserta, termasuk kewajaran kuota serta pola pendaftaran yang tidak lazim.

Sekjen Kemnaker, Cris Kuntadi mengatakan, pada verifikasi mitra penyelenggara, AI membantu Kemnaker melihat keterkaitan antar kelompok perusahaan dan menilai kewajaran kuota yang diajukan berdasarkan kapasitas perusahaan.

“AI kita manfaatkan untuk membantu melihat apakah ada kelompok perusahaan yang berada dalam kendali satu operator, bagaimana bonafiditas perusahaan dan apakah kuota yang diusulkan masih wajar dibandingkan dengan kapasitas perusahaan,” ujar Cris, Selasa (29/9/2026).

Pada seleksi peserta, AI turut menelaah data pendaftar dan lowongan untuk menemukan pola yang perlu diperiksa lebih lanjut. Hal tersebut antara lain mencakup sebaran peserta, asal wilayah, serta kesesuaian program studi dengan lowongan yang tersedia.

“Dalam seleksi peserta, AI juga membantu kita melihat pola-pola yang tidak lazim, misalnya peserta pada suatu perusahaan terkonsentrasi dari alumni kampus tertentu, sebagian besar berasal dari luar wilayah perusahaan, atau program studinya tidak sesuai dengan lowongan yang tersedia,” kata Cris.

Pemanfaatan teknologi ini menjadi penting karena Program Magang Nasional melibatkan mitra penyelenggara, lowongan dan peserta dalam jumlah besar.Analisis berbasis AI membantu menemukan pola dalam kumpulan informasi tersebut yang kemudian dapat ditelaah dalam proses pemeriksaan.

Cris menegaskan, pemanfaatan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan proses verifikasi dan pemeriksaan. Hasil analisis AI menjadi salah satu bahan bagi proses pemeriksaan sesuai mekanisme yang berlaku. (Ayu)

Berita Terkait

Sekjen Kemnaker: AI Percepat Deteksi Risiko, Auditor Tetap Penentu
Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT
Beredar Kabar, Presiden Bakal Ganti Jaksa Agung ST. Baharudin
Wamenaker: Kompetensi Teknisi Ponsel Harus Jawab Kebutuhan Industri
Silfester Matutina Belum Tertangkap, LP3HI Soroti Kegagalan Institusional Kejaksaan
Serahkan Senjata, Empat Anggota OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Menaker: Data TKA Bisa Jadi Acuan Penyiapan Tenaga Kerja Indonesia
Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditarget Oktober 2026

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 13:55 WIB

Sekjen Kemnaker: AI Percepat Deteksi Risiko, Auditor Tetap Penentu

Selasa, 29 September 2026 - 20:05 WIB

Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra dan Peserta MagangHub

Selasa, 29 September 2026 - 19:49 WIB

Beredar Kabar, Presiden Bakal Ganti Jaksa Agung ST. Baharudin

Senin, 28 September 2026 - 06:22 WIB

Wamenaker: Kompetensi Teknisi Ponsel Harus Jawab Kebutuhan Industri

Senin, 28 September 2026 - 05:59 WIB

Silfester Matutina Belum Tertangkap, LP3HI Soroti Kegagalan Institusional Kejaksaan

Berita Terbaru

Photo: Kantor DPMD Kabupaten Bekasi

Seputar Bekasi

DPMD Lama Dievaluasi, DPMD Saat Ini Diharapkan Membawa Perubahan

Rabu, 30 Sep 2026 - 18:16 WIB