Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditarget Oktober 2026

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor.

Photo: Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor.

BERITA JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa Pemerintah dan DPR RI menargetkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan menjadi UU pada Oktober 2026 mendatang.

Hal ini disampaikan Afriansyah saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Langkah percepatan perumusan regulasi ini dilakukan melalui pembahasan intensif bersama DPR RI serta sinergi lintas sektoral yang melibatkan tujuh kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Perindustrian.

Upaya tersebut ditujukan untuk menghadirkan kepastian hukum yang seimbang antara kemudahan investasi dan jaminan kesejahteraan buruh.

“Kami menyatukan konsep agar undang-undang ini bisa lahir berimbang. Investasi terjaga dengan baik, tentunya juga diimbangi dengan perhatian kesejahteraan pekerja,” tegas Afriansyah dihadapan 231 perwakilan koordinator wilayah KSBSI.

Wamenaker menyampaikan bahwa penyelarasan regulasi ini selaras dengan jargon Kementerian Ketenagakerjaan saat ini, yaitu “Maju Industrinya, Sejahtera Pekerjanya”.

Untuk mengatasi sejumlah perdebatan krusial, termasuk regulasi alih daya (outsourcing), pemerintah terus membuka ruang dialog secara terbuka demi menjaring masukan konstruktif dari kalangan serikat pekerja.

Selain pengawalan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Pemerintah juga menyoroti komitmennya dalam memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional yang kini menaungi sekitar 13.330 serikat pekerja, 134 federasi dan 23 konfederasi.

Beberapa agenda prioritas lain yang tengah dijajaki antara lain usulan Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan sosial bagi para buruh.

Afriansyah menambahkan pendekatan dialogis ini berakar dari perhatian besar Presiden Prabowo Subianto terhadap kelompok pekerja.

“Komitmen tersebut tercermin dari kehadiran Presiden pada Peringatan Hari Buruh 1 Mei 2026 lalu, serta pelibatan sejumlah tokoh gerakan buruh di posisi strategis kabinet, lingkaran istana, hingga jajaran Komisaris BUMN,” ujarnya.

Ditegaskan Afriansyah, dengan keberadaan tokoh perwakilan buruh dalam pemerintahan, saluran komunikasi harusnya terbangun secara tepat dan Pemerintah berharap aspirasi para pekerja dapat disalurkan secara efektif secara langsung, ataupun melalui forum mediasi bipartit maupun tripartit, guna meminimalkan aksi unjuk rasa di jalanan. (Aji)

Berita Terkait

Menaker: Data TKA Bisa Jadi Acuan Penyiapan Tenaga Kerja Indonesia
Ini Kata Ketua DPC SPI Soal Pengesahan UU Pengaturan Reforma Agraria
Ijon Jilid 2, KPK Panggil Eks Pj. Dani Ramdan dan Eks Ketua DPRD Kabupaten Bekasi
Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang
Reforma Agraria Resmi Berpayung Hukum, Akademisi Tekankan Penguatan Implementasi
Gubernur Iqbal Sebut Ajang MotoGP Menjadi Tempat Talenta Lokal Tumbuh
Menaker: KBJI 2026 Jadi Acuan Bersama Dunia Kerja
Kemnaker Bekali 416 Tenaga Kerja Maluku Utara Dengan Kompetensi

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 11:50 WIB

Menaker: Data TKA Bisa Jadi Acuan Penyiapan Tenaga Kerja Indonesia

Kamis, 24 September 2026 - 09:40 WIB

Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditarget Oktober 2026

Rabu, 23 September 2026 - 15:56 WIB

Ini Kata Ketua DPC SPI Soal Pengesahan UU Pengaturan Reforma Agraria

Rabu, 23 September 2026 - 10:31 WIB

Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

Selasa, 22 September 2026 - 19:14 WIB

Reforma Agraria Resmi Berpayung Hukum, Akademisi Tekankan Penguatan Implementasi

Berita Terbaru

Foto: Didit Susilo

Seputar Bekasi

Pengamat: Calon Sekda Kota Bekasi Harus Miliki Rekam Jejak Bersih

Rabu, 23 Sep 2026 - 23:56 WIB