BERITA BEKASI – Heboh dikalangan group whatsapp berbagi adanya foto spanduk yang terbentang bertagline “Jaga Walikota Bekasi Tolak KPK Obok-Obok Kota Bekasi”.
Namun sayangnya, foto spanduk yang baru tersebar dikalangan tertentu tersebut polos dan tidak menyebutkan lokasi dan keterangan sumber yang bertanggung jawab.
Menanggapi hal tersebut, Sekjen Aliansi Masyarakat dan Pemuda Nusantara Merah Putih (AMPUH), Heru Purwoko mengatakan, ada dua kemungkinan dari maksud spanduk tersebut.
“Pertama mungkin murni dari pendukung setia Walikota Bekasi yang tidak mau pimpinannya diobok-obok KPK,” terang Heru menanggapi Matafakta.com, Selasa (23/12/2025).
Kedua, sambung Heru, justru sebaliknya ada pihak yang ingin memanaskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk juga menarget Pemerintah Kota Bekasi.
“Ya, hanya dua itu makna dari spanduk yang sekarang heboh dikalangan group whastapp tertentu masih belum meluas. Ngak tahu itu foto dapat dari mana. Betul juga sekalian aja KPK turun,” tutur Heru.
Situasi ini, lanjut Heru, tentu termotifasi dari kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menimpa Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, terkait ijon proyek Rp14,2 miliar.
“Persoalan ditingkat Pemerintah Daerah atau Pemda itu dari dulu tahun ke tahun ngak jauh dari masalah fee proyek, jual beli jabatan misalnya rotasi dan mutasi,” ujarnya.
Polanya, tambah Heru, tetap sama tinggal cara permainanya yang aman dan tidak kotor, sehingga tidak mudah terjerat oleh Aparat Penegak Hukum seperti KPK.
“Tinggal pola permainan dan strateginya aja. Bagi yang terkena OTT KPK seperti di Kabupaten Bekasi itu lagi apes aja,” pungkas Heru. (Roni Mahendra)






