Kritisi Spanduk, AMPUH: Benar, Sekalian Aja KPK Turun ke Kota Bekasi

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Spanduk yang beredar dikalangan group whatsapp

Photo: Spanduk yang beredar dikalangan group whatsapp

BERITA BEKASI – Heboh dikalangan group whatsapp berbagi adanya foto spanduk yang terbentang bertagline “Jaga Walikota Bekasi Tolak KPK Obok-Obok Kota Bekasi”.

Namun sayangnya, foto spanduk yang baru tersebar dikalangan tertentu tersebut polos dan tidak menyebutkan lokasi dan keterangan sumber yang bertanggung jawab.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen Aliansi Masyarakat dan Pemuda Nusantara Merah Putih (AMPUH), Heru Purwoko mengatakan, ada dua kemungkinan dari maksud spanduk tersebut.

“Pertama mungkin murni dari pendukung setia Walikota Bekasi yang tidak mau pimpinannya diobok-obok KPK,” terang Heru menanggapi Matafakta.com, Selasa (23/12/2025).

Kedua, sambung Heru, justru sebaliknya ada pihak yang ingin memanaskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk juga menarget Pemerintah Kota Bekasi.

“Ya, hanya dua itu makna dari spanduk yang sekarang heboh dikalangan group whastapp tertentu masih belum meluas. Ngak tahu itu foto dapat dari mana. Betul juga sekalian aja KPK turun,” tutur Heru.

Situasi ini, lanjut Heru, tentu termotifasi dari kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menimpa Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, terkait ijon proyek Rp14,2 miliar.

“Persoalan ditingkat Pemerintah Daerah atau Pemda itu dari dulu tahun ke tahun ngak jauh dari masalah fee proyek, jual beli jabatan misalnya rotasi dan mutasi,” ujarnya.

Polanya, tambah Heru, tetap sama tinggal cara permainanya yang aman dan tidak kotor, sehingga tidak mudah terjerat oleh Aparat Penegak Hukum seperti KPK.

“Tinggal pola permainan dan strateginya aja. Bagi yang terkena OTT KPK seperti di Kabupaten Bekasi itu lagi apes aja,” pungkas Heru. (Roni Mahendra)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB