Ini Penyebab Keracunan Makan Gratis Siswa di Cidolog Sukabumi

- Jurnalis

Selasa, 23 September 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Ilustrasi

Photo: Ilustrasi

BERITA SUKABUMI – Misteri dibalik dugaan keracunan massal yang menimpa 32 pelajar di Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, akhirnya menemukan titik terang.

Hasil pemeriksaan Balai Laboratorium Kesehatan Jawa Barat secara resmi mengonfirmasi adanya kontaminasi mikroorganisme berbahaya pada sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Berdasarkan laporan hasil laboratorium, ditemukan tiga jenis kontaminan pada menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Rinciannya adalah sebagai berikut:

* Jamur Coccidioides immitis terdeteksi pada sampel buah Semangka.

* Bakteri Enterobacter cloacae ditemukan pada Tempe Orek.

* Bakteri Macrococcus caseolyticus ditemukan pada Telur Dadar.

Temuan ini menjadi jawaban atas insiden yang menyebabkan puluhan siswa dari PAUD Puspasari, SDN Puncak Batu dan MI Cikadu mengalami gejala seperti sakit perut, mual dan pusing usai menyantap hidangan dari program tersebut.

Kronologi dan Respons Cepat di Lapangan

Sebelumnya, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cidolog, Juan Setiawan, menjelaskan, bahwa pihaknya telah menjalankan seluruh proses penyaluran sesuai prosedur.

Laporan pertama mengenai seorang anak yang sakit diterima pada Rabu 6 Agustus 2025 sekitar pukul 17.00 WIB.

“Kami mendapatkan informasi pertama bahwa ada satu anak mengalami gejala sakit dan langsung kami arahkan untuk berobat ke bidan Puskesmas. Seluruh biaya pengobatan kami tanggung,” ujar Juan saat dikonfirmasi, beberapa waktu lalu.

Menyusul laporan awal tersebut, laporan serupa mulai berdatangan dari orang tua siswa lainnya setelah waktu Magrib.

SPPG Cidolog bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), termasuk Babinsa, Kapospol, Polsek Sagaranten, tim medis Puskesmas Cidolog dan Pemerintah Desa, segera turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung ke beberapa kampung.

Dari total 32 anak yang mengalami gejala, 31 di antaranya mendapatkan penanganan di rumah masing-masing. Satu anak sempat dirujuk ke Puskesmas Cidolog untuk perawatan lebih lanjut, namun telah diperbolehkan pulang pada keesokan harinya.

Alhamdulillah kondisi mereka sudah membaik, tapi untuk sementara belum masuk sekolah karena butuh istirahat,” ungkap Juan.

Standar Prosedur dan Jaminan Kualitas Diklaim Terpenuhi

Program MBG yang disalurkan oleh SPPG Cidolog menjangkau total 3.234 penerima. Juan menekankan bahwa pihaknya selalu menerapkan standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat, mulai dari pengolahan hingga distribusi.

“Penyaluran kami lakukan menggunakan kendaraan roda empat, dengan jarak sekitar 6 kilometer ke lokasi. Biasanya makanan sampai sekitar pukul 09.00 WIB,” katanya.

Terkait sumber air yang digunakan untuk mencuci peralatan masak dan bahan makanan, Juan menjelaskan bahwa air berasal dari sumur bor yang telah melalui proses penyaringan ketat.

“Air disaring melalui dua tabung filter sebelum ditampung di empat toren penampungan,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, Ahli Gizi SPPG Cidolog, Riska Amalia Putri, menerangkan bahwa menu yang disajikan pada hari kejadian terdiri dari nasi uduk, telur dadar iris, orek tempe, acar bumbu kuning (tumis wortel dan mentimun) serta buah semangka.

“Kami sangat ketat dalam pemilihan bahan baku. Kami tidak serta-merta menerima semua bahan dari pemasok. Kalau tidak sesuai standar, pasti kami kembalikan,” tandas Riska.

Ia juga menambahkan bahwa porsi makanan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yakni senilai Rp8.000 untuk anak PAUD hingga kelas 3 SD dan Rp10.000 untuk siswa kelas 4 SD hingga SLTA.

Dengan keluarnya hasil laboratorium ini, pihak SPPG Cidolog menegaskan bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh untuk perbaikan sistem keamanan pangan di masa mendatang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi diperkirakan akan mengambil langkah lebih lanjut berdasarkan temuan laboratorium untuk mencegah insiden serupa terulang kembali. (Eka Lesmana)

Berita Terkait

Efisiensi, Simpul Sukabumi Soroti Survei Jalan dan Dugaan Penyimpangan
Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:28 WIB

Efisiensi, Simpul Sukabumi Soroti Survei Jalan dan Dugaan Penyimpangan

Selasa, 15 September 2026 - 09:10 WIB

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB