BERITA JAKARTA – Dewan Direksi TransJakarta jangan lepas tangan terkait kasus dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Halte Busway TransJakarta.
Koordinator aksi, Romi dari Insan Muda Indonesia (IMI) mengatakan, diduga kasus ini sengaja ditutup tutupi oleh Dewan Direksi Transjakarta.
“Alih-alih diserahkan ke pihak Kepolisian, korban malah dianiaya hinggah tewas ditempat,” ungkap Romi kepada Matafakta.com, Jumat (1/8/2025).
Kasus ini, kata Romi, bermula dari aksi pencopetan yang terjadi di Halte TransJakarta Jakarta Timur, kemudian korban dibawah oleh oleh petugas keamanan TransJakarta.
“Informasi yang kami peroleh, kasusnya masih berjalan di Polres Jakarta Timur dan 5 orang telah ditetapkan sebagai tersangka,” tuturnya.
Namun, sambung Romi, Dewan Direksi TransJakarta terkesan lepas tangan begitu saja atas insiden na’as tersebut. Ini menyangkut hilangnya nyawa manusia,” tegasnya.
Kasus ini, lanjut Romi, harus menjadi perhatian serius Gubernur DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut.
“Kami harap kasus ini segera dibuka ke publik secara transparan berkeadilan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun,” ujarnya.
Romi menduga, ada pihak-pihak yang mencoba menutupi kasus ini, sehingga publik tidak mengetahui kalau ada tindakan kriminal yang menyebabkan korban jiwa di PT. TransJakarta.
“Kami akan terus mengawal dan menunggu proses hukum dalam kasus ini, dan kami harap Dewan Direksi Transjakarta harus ikut bertanggung jawab terkait kejadian tersebut,” ulasnya.
Kasus ini, tambah Romi, bukan masalah sepele, apalagi PT. Transportasi Jakarta (TransJakarta) adalah perusahan Pemerintah.
“Seharusnya jauh dan dilindungi dari tindakan-tindakan kekerasan atau kriminal yang mengakibatkan korban jiwa,” pungkasnya.
Insan Muda Indonesia (IMI) menuntut:
- Bongkar dan Usut Tuntas kasus dugaan Penganiayaan di Halte TransJakarta yang menyebabkan korban meninggal dunia.
- Meminta Dewan Direksi PT. TransJakarta harus mengklarifikasi terkait kejadian tersebut dan segera mengumumkan ke publik secara transparan dan tidak di tutup-tutupi.
- Mendesak Gubernur DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta memanggila Dewan Direksi PT. TransJakarta terkait kasus dugaan pembunuhan di Halte TransJakarta yang sengaja ditutup-tutupi. (Alfiansyah)






