BERITA TANGERANG – Entah siapa yang berada dibelakang Kepala Desa (Kades) Kohod, Kecataman Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Arsin.
Pasalnya, Arsin sesumbar dengan Penasehat Hukum warga korban pagar laut, Henri Kusuma ia berujar “enggak ada yang bisa penjarain gue, sekalipun Presiden!,” ucap Arsin.
Tidak hanya Arsin, para pengawalnya pun bersikap sama “iris kuping gue kalau Arsin bisa ketangkap. Eh, jangan kuping deh, tapi leher aja, kalau kuping gue belum mati.
Namun faktanya, setelah itu, Arsin menghilang bak ditelan bumi sejak kasusnya menjadi sorotan publik. Kantor Desa Kohod yang terletak di Jalan Kohod Kalibaru KM 2 pun sepi.
Kantor Desa tersebut terletak dipinggir Jalan Raya yang hanya bisa dilalui dua mobil kecil. Terdapat plang nama Kantor Desa Kohod dengan bangunan 2 lantai berwarna hijau.
Kasus pagar laut yang semakin memanas membuat sekitar 400 warga Desa Kohod yang tergabung dalam Gerakan Tangkap Arsin (GETAR) kini berusaha menemukan Arsin.
Pantauan awak media, Kantor Desa tampak sepi aktivitas hanya ada petugas wanita yang mengenakan seragam putih layaknya petugas Kelurahan dan dua pria berpakaian bebas.
Namun, berdasarkan informasi yang didapat, kantor Desa itu kini dipenuhi oleh pendukung setia Arsin sejak kasus ini mencuat.
Tidak jauh dari Kantor Desa, rumah Arsin yang besar dan mencolok tampak sepi, hanya dijaga oleh sejumlah pria besar yang disebut sebagai Pasukan Pengaman Desa (Paspamdes).
Setiap orang yang mendekat, termasuk wartawan, langsung diawasi dengan tatapan tajam. Bahkan, penjaga warung disekitar rumah Arsin pu tidak tahu dengan keberadaan Arsin.
Informasi yang beredar, Arsin dipandang bak seorang “Raja” oleh para pendukungnya, namun sangat berbeda bagi warga yang menentangnya.
Sejak menjabat tahun 2021, Arsin dikenal sebagai sosok yang arogan dan tak segan memaksa warga untuk mengikuti perintahnya.
“Jika tidak diikuti, Arsin tak segan mengerahkan preman hingga tukang pukul. Dimata warga, Arsin seperti monster. Apa pun yang dia bilang harus diikuti warga,” pungkas Hendri. (Red/Tribun.com)






