Publik Desak Usut Tuntas Hoaks Mantan Kapolres Jaksel Kombes Budhi

- Jurnalis

Senin, 15 Agustus 2022 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Mantan Kapolres Jaksel, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto

Foto: Mantan Kapolres Jaksel, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto

BERITA JAKARTA – Desakan publik kepada Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo agar mengusut tuntas dugaan berita bohong alias hoaks yang dilakukan mantan Kapolres Jakarta Selatan (Jaksel), Kombes Pol Budhi Herdi Susianto terkait pernyataannya.

Sebab diawal kasus ini Kombes Budhi menjelaskan bahwa kematian Brigadir J karena insiden baku tembak dengan Bharada E. Baku tembak dipicu adanya pelecehan seksual terhadap Putri Candrawati, istri mantan Kadiv Propam, Irjen Pol. Ferdy Sambo.

Kombes budhi diketahui telah berbohong karena mengungkap fakta keliru. Sebab, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah mengungkapkan hasil penyelidikan Tim Khusus (Timsus) bahwa Brigadir J tewas, bukan karena baku tembak, tapi ditembak Bharad E atas perintah atasannya, Irjen Pol. Ferdy Sambo.

Selain itu, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto juga mengatakan bahwa, Closed Circuit Television (CCTV) dilokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga sudah rusak.

“Semua pihak yang terlibat siapapun, termasuk yang membuat laporan palsu dengan menyatakan CCTV rusak, harus diusut,” tegas Pakar Hukum Pidana, Dr. Abdul Fickar Hadjar, Senin (15/8/2022).

Meski Kapolri Listo Sigit, tambah Fickar, telah menonaktifkan Kombes Budhi dari jabatannya sebagai Kapolres Metro Jaksel. Namun hal tersebut tidak lantas tindak pidana dugaan berita palsu seolah-olah “sirna” dari masifnya pemberitaan Brigadir J.

“Semua pihak yang terlibat siapapun, harus diusut tuntas, termasuk mantan Kapolres Jaksel, Kombes Budhi meski sudah dinonaktifkan tidak menghapus perbuatan pidananya,” pungkas Fickar. (Sofyan)

Berita Terkait

Benarkah Kejagung Tak Menyita Rumah Pribadi Eks Jampidsus Febrie?
Tim-9 Limpahkan Berkas Eks Pemburu Koruptor Febrie Ardiansyah ke Penuntut Umum
Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:42 WIB

Benarkah Kejagung Tak Menyita Rumah Pribadi Eks Jampidsus Febrie?

Jumat, 18 September 2026 - 11:56 WIB

Tim-9 Limpahkan Berkas Eks Pemburu Koruptor Febrie Ardiansyah ke Penuntut Umum

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Berita Terbaru

Photo: Sosialisasi Program Kemnaker di Unsoed, Purwokerto, Jumat 18 September 2026.

Berita Daerah

Kemnaker–Unsoed Siapkan Akses Kerja bagi Mahasiswa dan Alumni

Sabtu, 19 Sep 2026 - 11:47 WIB

Photo: Mantan Jampidsus Kejagung: Febrie Ardiansyah.

Berita Utama

Benarkah Kejagung Tak Menyita Rumah Pribadi Eks Jampidsus Febrie?

Sabtu, 19 Sep 2026 - 10:42 WIB

Photo: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli

Nasional

Menaker: KBJI 2026 Jadi Acuan Bersama Dunia Kerja

Jumat, 18 Sep 2026 - 19:41 WIB

Teks Photo: Puluhan PC PMII Saat Mengelar UNRAS Di Depan Kantor DLH Kota Sukabumi

Berita Daerah

Risiko Pengelolaan Sampah dan Anggaran DLH Kota Sukabumi

Jumat, 18 Sep 2026 - 19:30 WIB