Sidang Investasi Bodong JPU Hadirkan Saksi Ahli Forensik Digital

Suasana Persidangan

BERITA JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sulastri didampingi Ari Sulton menghadirkan saksi ahli Forensik Digital dari Mabes Polri ke persidangan terdakwa Kevin Lime cs perkara dugaan penipuan investasi bodong di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Senin (4/7/2022).

Dalam persidangan yang dipimpinan Ketua Majelis Hakim, Suratno Herman Fransiskus ahli forensik digital menerangkan cara pemeriksaan yang dilakukan ahli dengan dua cara yakni Metodologikal dan Fisikal melakukan analisa terhadap data output yang ditemukan.

Ahli telah memeriksa barang bukti yakni handphone merk Iphone 13 ProMax dan Samsung Note 20, dengan mencocokan IMEI dan akun yang terdapat di dalamnya yang mana diketahui adalah milik terdakwa, Kevin Lime.

Kemudian ditemukan juga bukti percakapan atau chat yang intinya menawarkan terkait project Alat Kesehatan (Alkes) yang sedang ditangani oleh kepolisian. Ditemukan juga terdapat “Grup Investasi” dengan admin Vincent yang isinya percakapan sehubungan dengan investasi Alkes tersebut.

Selain itu, dalam handphone tersebut juga ditemukan gambar bukti transfer yang ditujukan kepada Kevin Lime serta bukti percakapan antara Vincent dan Harry, terkait rencana pembuatan Surat Pernyataan PT. Limeme Group Indonesia (LGI).

Surat pernyataan itu, perihal keterlambatan pembayaran setelah adanya penagihan dari korban Bella dan Ricky berdasarkan data output yang ditemukan juga terdapat komunikasi antara Bella dan terdakwa Kevin Lime dengan kata kunci “penagihan”

Dalam dakwan JPU terdakwa Kevin Lime sebagai Direktur, Dony Yus Okky Wiyatama selaku Komisaris PT. Limeme Group Indonesia (LGI) merangkap Personal Asisten.

Sementara Michael selaku Bisnis Development Office serta terdakwa Vincent selaku Personal Consultan dan Bisnis Analis di PT. Limeme Group Indoensia.

Perusahaan terdakwa berkedudukan di Rukan Golf Island Blok G, Jalan Pulau Maju Bersama No. 30 Pantai Indah Kapuk, Kelurahan Kamal, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Para terdakwa terancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 378 atau 372 KUHP. (Dewi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *