Komunitas Budaya Kabuyutan Galunggung Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI

BERITA JAKARTA – Sejumlah komunitas budaya yang tergabung dalam wadah “Komunitas Budaya Kabuyutan Galunggung” menggelar Upacara HUT ke-76 Kemerdekaan RI di Taman Wisata Batu Mahpar, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, dengan inspektur upacara mantan Kapolda Jabar, Irjen Pol. (Purn.) Dr. H. Anton Charliyan.

Kepada Matafakta.com, Dr. Anton Charliyan yang dihubungi menyebutkan, Upacara HUT ke-76 Kemerdekaan RI yang digelar Komunitas Budaya Kabuyutan Galunggung di Taman Wisata Batu Mahpar pada 17 Agustus 2021 itu berlangsung lancar dan khidmat.

“Hanya di Galunggung beberapa komunitas budaya bersatu dan secara tersendiri menggelar upacara memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan RI, dimana seluruh peserta upacara mengenakan busana pangsi khas Sunda sebagai bentuk kekompakan dan kecintaan para pelaku budaya terhadap NKRI,” ujar Abah Anton, panggilan akrab Anton Charliyan.

Mantan Kadiv Humas Polri itu juga mengemukakan, semua peserta upacara yang merupakan perwakilan komunitas budaya yang ada di Tasikmalaya mengenakan pakaian khas Sunda, sebagaimana Presiden Jokowi mengenakan busana khas Kanekes Baduy.

Beberapa perwakilan komunitas budaya yang hadir di antaranya Laskar Macan Ali, Saputra Cilogak, Paguron Jamparing, Ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI), Forum Sunda Sadunya, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Thonny T Easy serta beberapa tokoh agama, tokoh budaya, dan tokoh masyarakat lainnya.

“Jika suasananya tidak pandemi Covid -19, kemungkinan besar puncak peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI di sini akan lebih gebyar dan semarak, karena ada kebanggaan tersendiri bagi saya, dimana salah satunya, yakni busana khas Sunda dikenakan Presiden Jokowi pada HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Anton Charliyan.

Abah Anton juga berpesan kepada peserta upacara agar orang Sunda (Jawa Barat) senantiasa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan hasil perjuangan dan cucuran keringat dan darah para pahlawan hingga Indonesia merdeka.

Ia mengingatkan pula tentang masih adanya komunitas budaya yang terjebak semangat kesukuan sempit seperti King of the king, Sunda Empire, dan Keraton Selaco, sehingga diperlukan adanya penguatan jiwa nasionalisme kebangsaan di kalangan komunitas tersebut, selain juga agar jangan sampai ada komunitas budaya yang tersusupi ideologi budaya garis keras.

“Di samping itu ada pula kecenderungan beberapa komunitas budaya, khususnya ex kerajaan atau keraton yang meminta otonomi sebagai daerah istimewa atau otonomi khusus, sehingga wawasan kebangsaanya perlu perhatian khusus. Selama ini mereka merasa kurang terperhatikan,” katanya.

Abah Anton menjelaskan pula bahwa tema pada HUT ke-76 Kemerdekaan RI adalah “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh” dan motto upacara “Indonesia Sehat Indonesia Kuat”, sementara khusus di Komunitas Galunggung ditambahkan dengan tema “Jaga Kabuyutan Jaga NKRI”.

“Ini tahun kedua kita merayakan Hari Kemerdekaan di tengah situasi pandemi COVID-19. Oleh sebab itu kita melaksanakan upacara dengan mematuhi protokol kesehatan. Sesungguhnya makna kemerdekaan dalam situasi seperti ini adalah berjuang melawan COVID-19 dengan cara memperketat prokes agar kita bebas kembali melakukan aktivitas seperti biasa,” tuturnya.

Pada Upacara HUT ke-76 Kemerdekaan RI di Taman Wisata Batu Mahpar itu juga dianugerahkan piagam penghargaan untuk para penggiat dan pelestari budaya Sunda dari Yayasan Lintas Budaya Nusantara dan Yayasan Sukapura Ngadaun Ngora, yakni kepada Itan Ruslan S.Sos, Carolita Mauludia, Deny Safari, R Apon Sumiaty, Cecep Cilogak Padakembang dan Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Tasik. (Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *