Gegara Aksi, Nasib Puluhan Guru Honorer Kabupaten Bekasi Terancam

- Jurnalis

Selasa, 27 April 2021 - 03:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA BEKASI – Puluhan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Non ASN Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kini terancam nasibnya tidak diperpanjang kontrak, karena dinilai tidak beretika. Aksi para GTK Non ASN di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta beberapa waktu lalu pun, disinyalir sebagai penyebab utama.

Kaitan dengan etika pun, sempat terlontar dari mulut Kepala Dinas Pendidikan (Ka Disdik) Kabupaten Bekasi, Carwinda saat sempat diwawancara awak media. Namun, Carwinda sendiri, tidak menjelaskan secara rinci etika yang dimaksud, sehingga 24 GTK Non ASN belum dibayarkan haknya bahkan terancam tidak diperpanjang kontrak.

“Tadinya, ada 33 GTK Non ASN yang terus kekeh berjuang, tapi sekarang kami tinggal tersisa 24 orang, karena mungkin yang lainnya mau menandatangani kemauan dari pihak Disdik agar tidak melakukan aksi,” kata Ketua Front Pembela Guru Honorer Indonesia (FPHI), Andi Heryana kepada Matafakta.com, Selasa (27/4/2021).

Sebelumnya, sambung Andi sebanyak 9.300 GTK Non ASN yang haknya atau Jasa Tenaga Kerja (Jastek) yang belum dibayarkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi selama 3 bulan. Namun, setelah aksi yang dilakukan GTK Non ASN yang tergabung dalam Front Pembela Guru Honorer Indonesia (FPHI) akhirnya dibayarkan Pemda Kabupaten Bekasi.

“Total keseluruhannya 9.300 GTK Non ASN. Setelah kami aksi semua dibayar akhirnya tinggal 33. Ternyata yang 9 GTK Non ASN pun menyerah karena diintimidasi dan bersedia menandatangani perjanjian dengan pihak Disdik, sehingga kami tersisa sebanyak 24 GTK Non ASN. Bahkan terancam diputus kontrak dianggap provokator pergerakan,” ungkap Andi.

Oleh karena itu, lanjut Andi, 24 GTK Non ASN melanjutkan perjuangan dengan long march dari Kantor Bupati Bekasi jalan ke Istana Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) untuk mengadukan nasib dan memohon perlindungan Presiden, karena saat ini, kami ke 24 GTK Non ASN yang tersisa dianggap adalah musuh.

“Sampai hari ini, hak kami 24 GTK Non ASN yakni Jastek sudah masuk 4 bulan tidak diberikan. Sementara ribuan GTK Non ASN yang lain sudah diberikan efek dari pergerakan para GTK Non ASN yang tergabung dalam FPHI. Sekarang, kami 24 GTK Non ASN yang tersisa menjadi incaran dan terancam dibuang,” ungkapnya.

Kami pun berharap, tambah, Andi, nasib kami yang tersesisa sebagai efek negative perjuangan para GTK Non ASN Kabupaten Bekasi, bisa didengar oleh Presiden Republik Indonesia, Jokowi. Saat ini, kami merasa sangat dizholimi dan kami merasa ditindas oleh kekuatan penguasa hingga jasa kami pun yang sudah mengabdi dihilangkan.

“Semoga Bapak Presiden Jokowi mau mendengarkan jeritan dan perjuangan kami. Saat ini, kami lemah melawan kekuasaan dan kami tidak berdaya. Untuk itu, kami datang mau mengadukan nasib kami kepada Kepala Negara Republik Indonesia,” pungkas Andi. (Mul)

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan
Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta
Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim
Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli
Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!
Viral Sebut Istri Polisi Ustadz Dipaksa Klarifikasi Soal Anaknya Ngerokok
OTT Depok, Reformasi Moral dan Diamnya Presiden 
Astara Studio Terapkan BIM “Hadirkan Kepastian Desain dan Konstruksi Lebih Terukur”

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:01 WIB

Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:38 WIB

Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:44 WIB

Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB