Tugas Berat Kapolri Ditengah Issue Terorisme dan Radikalisme

- Jurnalis

Rabu, 7 April 2021 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samuel F Silaen

Samuel F Silaen

BERITA JAKARTA – Sebagai perwira Polri yang masih tergolong angkatan muda dibandingkan dengan Pati Polri lainnya. Sosok Listyo Sigit Prabowo (LSP) jadi Kepala Kepolisian Republik Indonsia, termasuk karier yang moncer bisa mencapai puncak sebagai orang nomor satu ditubuh Korps Bhayangkara itu. Sesuatu yang luar biasa. Hal itu, dikatakan, pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen.

“Meski masih angkatan muda tidak menjadi tolak ukur yang jadi masalah bagi LSP memimpin pasukan yang berjumlah kurang lebih 470 ribu dan membawa institusi kepolisian republik Indonesia Presisi sesuai visi dan misi Kapolri. Artinya Kapolri baru harus memetakan kekuatan yang ada demi keberhasilan kinerjanya kedepannya,” kata Silaen ketika berbincang dengan Matafakta.com, Rabu (7/4/2021).

Dikatakan Silaen, keberadaan LSP jangan sampai menimbulkan kesan ‘guncangan’ kepada kawan senior dan junior. Pandai-pandailah membuat kebijakan agar tidak menimbulkan hambatan dari internal. Jabatan yang diperoleh tentunya harus lebih mendatangkan kebaikan bagi sesama dan masyarakat.

“Tantangan Kapolri kedepannya bukan makin ringan, tapi makin berat seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Issue terorisme dan radikalisme harus ditangani serius dan penuh kehati-hatian agar tidak sampai menimbulkan persepsi buruk terhadap kebijakan Polri,” papar alumni Lemhanas Pemuda 2009 ini.

Harapan Silaen, LSP secara bersamaan membenahi internal dan eksternal secara berimbang, jangan sampai timpang, oleh karena beda gerbong atau faksi. Sesuatu yang niscaya tapi itu slalu saja ada disemua instansi atau lembaga. Apalagi sekelas kepolisian republik Indonesia. Tentu saja kebijakan yang diambil Kapolri sekarang bagus dan patut didukung publik.

“Namun jangan salah, tidak semua orang dapat berubah dengan cepat dalam kurun waktu yang cepat pula. Kondisi kenyataannya sering tak seindah yang dibayangkan (harapkan). Polisi harus berbenah setuju, agar pelayanan publiknya menonjol disemua level tanpa harus dilecut lewat ‘viral’ tapi kesadaran yang mendarah daging,” imbuhnya.

Menurut Silaen, menyelesaikan masalah tak seperti menyelesaikan makalah. LSP sebaiknya pelan tapi pasti membawa institusi penegak hukum yang humanis dan sosialis agar tugas berat Kapolri terdistribusi secara proporsional. Dengan catatan, jika menghambat proses maka Kapolri segera melakukan tour of duty kepada personil yang dianggap mumpuni dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh negara.

“Harus diingat kalau bisa cepat kenapa dibuat lamban, ini bagian dari visi misi Kapolri dengan tagline presisi. Apabila dibiarkan masalah semakin menumpuk jika tidak disegerakan penyelesaiannya. Tiga sampai enam bulan ke depan adalah waktu konsolidasi kepemimpinan LSP agar tidak salah ambil tindakan,” tuturnya.

Kapolri, tambah Silaen, punya waktu yang cukup lama jelang pensiun, jadi penataan institusi polri bisa tuntas dan tinggal landas bersama presisi-nya, jangan sampai menimbulkan rasa kurang simpatik dari berbagai kalangan terutama dari kalangan internal Polri itu sendiri.

“LSP harus jadi Kapolri yang solutif dan kreatif, disertai dengan santun kepada senior, elegan berbahasa dan tegas dalam bertindak. Jika ada gap diantara soal senior dan junior agar diajak bicara hati ke hati. Jangan sampai tercium oleh publik ada keretakan,” pungkasnya. (Indra)

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan
Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta
Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim
Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli
Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!
Viral Sebut Istri Polisi Ustadz Dipaksa Klarifikasi Soal Anaknya Ngerokok
OTT Depok, Reformasi Moral dan Diamnya Presiden 
Astara Studio Terapkan BIM “Hadirkan Kepastian Desain dan Konstruksi Lebih Terukur”

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:01 WIB

Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:38 WIB

Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:44 WIB

Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!

Berita Terbaru