BERITA BOGOR – Seorang mahasiswa kena copet di Kawasan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Bogor. Dia lantas, membuat video lokasi JPO Stasiun Bogor tempat copet beraksi yang kemudian menjadi viral.
Viralnya video tersebut, dipelajari polisi yang akhirnya anggota reskrim Polres Bogor Kota, berhasil membekuk pelaku yang ternyata sudah 17 kali beraksi.
Kapolres Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, anggotanya berhasil membekuk pelaku spesialisi copet yang beraksi di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kawasan Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (14/1/2021).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaku DZ alias Bazink (32), warga Bogor, tidak berkutik setelah anggota Reskrim Polres Bogor Kota sedang melakukan undercover pada saat akan beraksi.
“Dari pengakuan pelaku, petugas mendapatkan informasi bahwa pelaku copet itu sudah sebanyak 17 kali beraksi di Kawasan Stasiun Bogor Kota,” ujarnya kepada awak media usai konfrensi pers di lokasi JPO.
Dijelaskan Susatyo, terungkapnya kasus ini setelah anggotanya mendapatkan video rekaman korban pada, Senin 11 Januari 2021 yang memvisualkan rekaman lokasi kejadian korban kehilangan HP, karena dicopet. Korban pun berpesan, untuk hati-hati bagi penguna JPO.
“Setelah kita mendalami laporan dalam video tersebut diketahui korban Zulkarnain Ramli (25), mahasiswa, warga Depok. Dan waktu kejadian pada Minggu 20 Januari 2020 diatas JPO di Kawasan Jalan Kapten Muslihat,” tuturnya.
Susatyo mengungkapkan barang bukti yang berhasil disita HP Apple 7+ berserta bok, pakaian pelaku dan tas selempang.
Susatyo berharap, penangkapan pelaku pencopetan ini bisa menjadikan ketenangan bagi masyarakat para pengguna transportasi kereta api yang lebih aman.
“Selain itu kawasan ini menjadi prioritas Polres Bogor untuk memberikan kenyamanan dan keamanan,” ujarnya.
Sementara menurut Susatyo lebih kurang hampir 13 ribu setiap hari para penumpang Stasiun Bogor, tentu pihaknya tidak ingin para penumpang resah oleh para pencopet-pencopet jalanan.
Kami masih mendalami, tambah Susatyo, kelompok-kelompok lain dan kami akan terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap kejadian-kejadian copet seperti ini, termasuk upaya himbauan untuk menyadarkan para penumpang agar berhati-hati membawa barang dagangannya.
“Terkait dengan kejadian yang viral kemarin kerugian mencapai Rp6.700.000 dengan 7 barang bukti. Semoga bisa membuat efek jera terhadap pelaku-pelaku lainnya. Pelaku akan dikenakan dengan Pasal 362 KUHP ancaman hukuman 5 tahun,” pungkasnya. (Yon)