PT. KIW Dukung Program Pemerintah Tingkatkan Investasi di Indonesia

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2020 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Fauzie Nur

Ahmad Fauzie Nur

BERITA SEMARANG – Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dukung rencana dan program Pemerintah dalam meningkatkan investasi di Indonesia dengan adanya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Hal itu dikatakan, Ahmad Fauzie Nur, selaku Direktur Operasional PT. KIW kepada awak media di Semarang, Selasa (18/8/2020).

“Ini berkaitan dengan rencana Pemerintah seperti yang disampaikan Menteri BUMN, Erick Thohir pada tanggal 16 Agustus kemarin, bahwa Kawasan Industri baik di Batang maupun Subang-Majalengka untuk fokus dan konsentrasi dalam dua hal,” kata Fauzie.

Dia melanjutkan, dengan adanya pengembangan dua Kawasan industri tersebut, Pemerintah akan memprioritaskan pemindahan investasi dari luar negeri dengan dua tujuan, yaitu industri high technology dan memperbaiki rantai pasok (supply chain).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan bahwa didesain fungsi kawasan industri Batang dan Subang diprioritaskan untuk mengantisipasi dan responsif pemindahan investasi dari luar negeri diutamakan untuk high technology dan memperbaiki supply chain.

“Maka, KIW sebagai anggota konsorsium bersama PT. PP, PTPN 9 dan Pemerintah Kabupaten Batang, siap dukung rencana tersebut,” ujar Fauzie.

Baca Juga :  RIBUT Dukung Sri Untari Bisowarno di Pilgub Jatim Periode 2024-2029

Menurutnya, pertimbangan ini sangat tepat dimana pandemi Covid-19 telah mengajarkan bahwa Indonesia memiliki dua kekuatan besar, yaitu market dan sumber daya alam. Namun, di sisi lain yaitu logistik dan inovasi juga harus diperkuat, karena sekaligus terhubung dengan supply chain dan ke depan harus mengurangi impor.

“Apalagi Indonesia harus merebut pasar, salah satunya berani bersaing dengan Vietnam untuk menarik para investor. Strateginya, harus mampu menekan biaya logistik yang diperlukan investor dimana relatif tinggi dibanding dengan Vietnam,” jelasnya.

“Sebagai gambaran, Vietnam disebutnya memiliki banyak perjanjian dagang. Saat ini Vitenam mengantongi 15 perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA), sehingga biaya ekspornya lebih efisien dan penetrasi pasarnya pun terbilang mudah dibanding Indonesia,” tambahnya.

Disamping itu, biaya logistik yang diperlukan investor relatif cukup tinggi. Rantai pasok (supply chain) manufaktur di dalam negeri terbatas, sehingga investor yang berkecimpung di industri manufaktur harus impor. Belum lagi terdapat pembatasan impor bahan baku. Ditambah lagi rumitnya perizinan dan registrasi produk masih menjadi kendala yang cukup menghambat.

Baca Juga :  PKS dan PBB Jatim Dukung Politikus PDIP Sri Untari Maju Dalam Pilgub Jatim

“Negara-negara tetangga ternyata menawarkan waktu dua bulan untuk mengurus perpindahan izin. Hal-hal seperti inilah yang perlu dipangkas dengan harapan investor lebih tertarik. Fokus kawasan industri pada high-tech industry dan memperbaiki supply chain sangat sejalan dengan cita-cita untuk membangun sebuah kawasan industri yang memiliki nilai tambah tinggi (high value added),” imbuhnya.

Pertumbuhan kawasan industri ke depan harus dapat memfasilitasi industri manufaktur di Indonesia agar mampu menghasilkan produk barang yang berkualitas dan memenuhi standar internasional sekaligus mampu bersaing di pasar global.

“KIT Batang mengusung tema The Smart and Sustainable Industrial Estate siap melaksanakan dua fokus yang diarahkan oleh pemerintah high-tech industry dan supply chain,” pungkasnya. (Nining)

Berita Terkait

PKS dan PBB Jatim Dukung Politikus PDIP Sri Untari Maju Dalam Pilgub Jatim
RIBUT Dukung Sri Untari Bisowarno di Pilgub Jatim Periode 2024-2029
Sugeng Riyanta Resmi Jadi Wakil Kajati Jateng Gantikan Teguh Subroto
Lepas Balik Kerja Bareng BPKH, Ini Pesan Anggota DPR RI Abdul Wachid
960 Peserta “Balik Kerja Bareng” BPKH Semarang Diberangkatkan ke Jakarta
Arus Balik, KAI Daop 4 Semarang Sudah Berangkatkan 126.228 Penumpang
Kasatlantas Polres Semarang: Arus Mudik Diperkirakan Hingga Senin
Kapolda Jateng Pantau Langsung Situasi Terkini Arus Mudik Lebaran
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 April 2024 - 22:43 WIB

Penyidik Pidsus Kejati DKI Tahan 4 Tersangka Pengelola Dana Dapen PT. BA

Kamis, 18 April 2024 - 23:01 WIB

Disparitas Sidang Korupsi dan Sandal Jepit

Kamis, 18 April 2024 - 15:40 WIB

Agenda Sidang Tak Jelas, Ruang Ali Said PN Jakpus Disesaki Pengunjung

Kamis, 18 April 2024 - 14:17 WIB

Jadwal Sidang Tak Menentu, Pencari Keadilan di PN Jakpus Kecewa

Kamis, 18 April 2024 - 11:13 WIB

Selama 3 Bulan, Kejati Jateng Berhasil Eksekusi 5 DPO Korupsi  

Jumat, 5 April 2024 - 20:51 WIB

Quotient TV Bahas Mafia Tanah, Alvin Lim: Kasus Perdata Berubah Jadi Pidana

Kamis, 4 April 2024 - 16:31 WIB

Pj Walikota Bekasi Raden Gani Jadi Saksi Sengketa Pemilu 2024 di MK

Kamis, 4 April 2024 - 11:58 WIB

Tipikor Kupang Vonis Bebas 4 Terdakwa Pemanfaatan Aset Pemprov NTT

Berita Terbaru

Aksi Karyawan PT. Polo Ralph Lauren Indonesia di Mahkamah Agung

Berita Utama

Menangkan Buronan, Karyawan PT. PRLI Minta 3 Hakim MA Diusut

Selasa, 23 Apr 2024 - 19:07 WIB

Foto: Mochtar Muhamad (M2)

Seputar Bekasi

Eks Walikota Bekasi M2 Masih di Hati Masyarakat Kota Bekasi

Senin, 22 Apr 2024 - 14:43 WIB