Polda Jateng Amankan 3 Provokator Tolak Jenazah Perawat Covid-19

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2020 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA SEMARANG – Tiga orang pelaku yang diduga sebagai provokator terkait penolakan pemakaman jenazah seorang perawat, Nuria Kurniasih akibat Covid-19 diamankan di Mapolda, Jawa Tengah, Sabtu (11/4/2020).

Ketiga pelaku yakni, TH (31), BS (54) dan ST (60) yang salah satu diantaranya sebagai Ketua RT warga Sewakul.

“Tiga orang kita amankan karena ikut memprovokasi warga, sehingga warga menolak acara pemakaman yang sudah sesuai standar dan SOP. Mereka ditangkap berdasarkan bukti dilapangan,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Budi Haryanto di Mapolda Jateng.

Para terduga provokator tersebut digelandang ke Polda Jateng lantaran dianggap menjadi biang keladi dari protes berlebihan oleh warga setempat.

“Kita masih lakukan pemeriksaan terhadap tiga terduga pelaku dan tujuh saksi. Mereka kita periksa untuk mengetahui atas dasar apa penolakan jenazah itu dilakukan. Kami masih periksa untuk pengembangan,” jelasnya.

Dikàtakan, Kepolisian paham dengan kekhawatiran beberapa masyarakat soal penyebaran virus Corona. Namun ia memastikan Pemerintah tidak ceroboh dalam pemakaman pasien positif virus Corona atau Covid-19.

“Kami pasti mengawal dan Pemerintah tidak mungkin ceroboh juga tidak mungkin tidak perhatikan keselamatan warga. Setiap pemakaman jenazah terinveksi virus Corona sudah dapatkan SOP,” terangnya.

Maka jika ada penolakan, lanjut Budi, bisa dijerat dengan Pasal 212 dan Pasal 214 KUHP serta Pasal 14 Undang-Undang Nomor 04 tahun 1984 tentang penanggulangan wabah.

“Pelaku yang diamankan diduga melanggar Pasal 212 dan 214 KUHP dan pasal 14 ayat 1 UU nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit,” tegasnya.

Dari informasi yang diperoleh, tiga orang yang ditangkap merupakan tokoh masyarakat setempat. Mereka terlibat dalam upaya blokade untuk menolak pemakaman jenazah perawat yang akan dimakamkam di sebelah makam ayahnya di TPU Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran pada Kamis 9 Maret 2020 lalu.

Jenazah kemudian dibawa ke Kota Semarang untuk dimakamkan di Komplek Pemakaman Bergota tidak jauh dari tempat kerja almarhumah yaitu di RSUP dr. Kariadi Semarang. (Nining)

Biro Semarang

Berita Terkait

Efisiensi, Simpul Sukabumi Soroti Survei Jalan dan Dugaan Penyimpangan
Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:28 WIB

Efisiensi, Simpul Sukabumi Soroti Survei Jalan dan Dugaan Penyimpangan

Selasa, 15 September 2026 - 09:10 WIB

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB