Soal Bansos, Ubedilah: Kebohongan Data dan Ketidakmampuan Pemerintah

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2020 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ubedillah Badrun

Ubedillah Badrun

BERITA JAKARTA – Pembagian bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Pusat dikeluhkan para Kepala Daerah hingga ke tingkat RT, lantaran bantuan yang datang tidak sesuai dengan data yang diajukan.

“Jika konfirmasi data warga miskin dari pusat yang berhak menerima bantuan di daerah ternyata hanya 50 persen yang terealisasi atau mendapatkan hak, maka ini artinya ada dua hal,” ucap Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (CESPELS), Ubedilah Badrun kepada awak media, Senin (4/5/2020).

Dual hal tersebut ialah adanya problem data yang akut dan adanya problem ketidakmampuan Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan di tengah Pandemik virus Corona atau Covid-19.

“Jadi bisa karena kebohongan data kemiskinan yang ada di Pemerintah atau karena ketidakmampuan Pemerintah memberikan bantuan,” jelas Ubedillah.

Dengan fakta itu sambung Ubedillah, maka problem data kemiskinan pada pemerintahan ini memang sangat buruk.

“Fakta itu juga semakin membenarkan buku How to Lie with Statistics karya Darrell Huff (1954) tentang bagaimana berbohong dengan statistik,” kata Ubedilah.

Namun, jika persoalannya ada di ketidakmampuan Pemerintah Pusat dalam memberikan bantuan kepada rakyatnya, maka Pemerintah Pusat hanya memberikan harapan palsu, karena selalu menyatakan menyanggupi memberikan bantuan.

“Tetapi jika sebabnya karena ketidakmampuan Pemerintah Pusat seharusnya dari awal Pemerintah Pusat menyampaikan ketidakmampuannya. Jangan sampai itu terjadi di semua Kabupaten di Indonesia. Itu artinya Pemerintah Pusat pemberi harapan palsu (PHP). Jangan PHP lah,” pungkas Ubedilah. (Usan)

Sumber: Rmol

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan
Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta
Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim
Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli
Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!
Viral Sebut Istri Polisi Ustadz Dipaksa Klarifikasi Soal Anaknya Ngerokok
OTT Depok, Reformasi Moral dan Diamnya Presiden 
Astara Studio Terapkan BIM “Hadirkan Kepastian Desain dan Konstruksi Lebih Terukur”

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:01 WIB

Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:38 WIB

Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:44 WIB

Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB