Partisipasi Pemilih Menurun, JNW: Anggaran KPU di Bekasi Perlu Audit

- Jurnalis

Minggu, 8 Desember 2024 - 23:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pilkada

Ilustrasi Pilkada

BERITA BEKASI – Warga Bekasi lebih tahu Pilpres dan Pilkada DKI Jakarta, ketimbang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di daerahnya sendiri.

Hal itu dikatakan Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW), Indra Sukma, menyoroti kurangnya antusiasme masyarakat Bekasi untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Anggaran untuk KPU Kabupaten Bekasi Rp117 Miliar dan Bawaslu Rp18 Miliar. Sementara, KPU Kota Bekasi Rp113 Miliar,” terang Indra, Minggu (8/12/2024).

Padahal, kata Indra, Pilkada seperti DKI Jakarta sosialisasinya tidak sampai ke Bekasi, tapi masyarakat di Bekasi rata-rata lebih tahu tentang Pilkada DKI Jakarta.

“Artinyakan ada yang salah utamanya KPU Kabupaten Bekasi yang anggarannya cukup pantastis, karena kurang ratanya sosialisasi yang lebih pada seremonial saja,” sindir Indra.

Dikatakan Indra, warga Kabupaten Bekasi jumlahnya 2.251.856 jiwa sedangkan kehadiran pada Pilkada kemarin hanya 1.503.093 atau sekitar 66,8 persen.

“50-60 persen baik Kota maupun Kebupaten. Rata-rata warga tahunya Pilkada karena adanya timses dari para calon yang rajin menyambangi warga jelang pencoblosan,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Indra warga tahunya arahan dari para timses untuk memilih jagoannya ketimbang sosialisasi positif dari KPU untuk berdemokrasi secara sehat seperti dugaan mony politik.

“Jadi tidak sehat itukan gara-gara KPU dan Bawaslu kurang berperan aktif menyikapi dilapangan, sehingga leluasa prilaku-prilaku yang mencederai demokrasi,” imbuhnya.

Untuk itu, tambah Indra, anggaran ratusan miliar uang rakyat yang digelontorkan itu perlu dilakukan audit menyusul turunnya partisipasi pemilih 50-60 persen Pilkada 2024 di Bekasi.

“Ya musti dipertanggungjawabkan dong bener ngak sosialisasinya sudah berjalan maksimal kan harus dievaluasi dan diaudit sesuai ngak khwatir hanya jadi bancakan,” pungkas Indra. (Hasrul)

Berita Terkait

Soal Desa Serang, PUSBAKUM SAW Bersama FKMPB Sambangi Kejari Kabupaten Bekasi
LPJ Keuangan Desa Karangsatu Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Dipertanyakan?
Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah
Petugas KPPS Pilkades Karang Sambung Kedung Waringin Ikuti Bimbingan Teknis
Minta Sumbangan, KOREKSI Laporkan Oknum Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi
Panitia Pilkades Bojongsari Kabupaten Bekasi Lantik 91 Petugas KPPS
Cakades Se-Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi Gelar Deklarasi Damai
Alasan Klasik DLH Kabupaten Bekasi Sewa Alat Berat Hingga Rp24,56 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:59 WIB

Soal Desa Serang, PUSBAKUM SAW Bersama FKMPB Sambangi Kejari Kabupaten Bekasi

Kamis, 17 September 2026 - 16:08 WIB

LPJ Keuangan Desa Karangsatu Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Dipertanyakan?

Kamis, 17 September 2026 - 14:46 WIB

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Petugas KPPS Pilkades Karang Sambung Kedung Waringin Ikuti Bimbingan Teknis

Sabtu, 12 September 2026 - 11:18 WIB

Minta Sumbangan, KOREKSI Laporkan Oknum Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi

Berita Terbaru

Photo: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli

Nasional

Menaker: KBJI 2026 Jadi Acuan Bersama Dunia Kerja

Jumat, 18 Sep 2026 - 19:41 WIB

Teks Photo: Puluhan PC PMII Saat Mengelar UNRAS Di Depan Kantor DLH Kota Sukabumi

Berita Daerah

Risiko Pengelolaan Sampah dan Anggaran DLH Kota Sukabumi

Jumat, 18 Sep 2026 - 19:30 WIB