Pendiri Forwaka Sesalkan Insiden Pengusiran Wartawan di Acara Persaja

- Jurnalis

Selasa, 9 Januari 2024 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Abdul Haris Irawan

Foto: Abdul Haris Irawan

BERITA JAKARTA – Slogan humanis yang kerap digaungkan Jaksa Agung ST. Burhanuddin kepada jajarannya diduga hanya bualan belaka.

Sebab fakta yang terjadi diarena Rakernas Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) di Hotel Aston Sentul, Jawa Barat, Senin 8 Januari 2024, berbanding terbalik dengan himbauan pimpinan Kejaksaan RI itu sendiri.

Menurut penuturan salah satu pendiri Forum Wartawan Kejaksaan Agung (Forwaka), Abdul Haris Irawan, berpandangan bahwa insiden pengusiran terhadap wartawan seharusnya tidak perlu terjadi.

“Bukan hanya dalam konteks keterbukaan informasi, dimana wartawan punya akses terhadap informasi. Ini juga berarti akses publik terhadap informasi tertutup,” ucap Abdul Haris Irawan alias AHI saat dimintai tanggapan, Selasa (9/1/2024).

AHI melanjutkan, juga terhadap kebijakan Jaksa Agung ST. Burhanuddin yang meminta kepada setiap jajarannya untuk terbuka kepada setiap media dalam kerangka mempublikasikan setiap kinerja Kejaksaan setiap lini.

“Karena ini (insiden pengusiran) saya sangat prihatin dan sesalkan hal itu terjadi dan harus diambil tindakan. Tindakan bukan semata demi konsumsi pers, tapi lebih jauh soal kepercayaan publik,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana dalam klarifikasinya di whatsapp grup Forwaka mengatakan, memang pihaknya tidak mengundang media mana pun untuk acara rakernas Persaja.

“Karena acara diadakan diluar Jakarta dan keterbatasan tempat yang disediakan. Untuk efektivitas dan efisiensi maka kami buatkan rilis secara berkala, sehingga akses informasi tetap kami berikan, terimakasih atas atensinya,” tandas Ketut.

Sikap yang dilakukan oleh oknum pegawai Kejaksaan Agung dalam rakernas Persaja yang berlangsung di Hotel Aston Sentul pada Senin 8 Januari 2024 sore itu, dinilai masih jauh dari kesan humanis Kejaksaan. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB