BERITA BEKASI – Kabar tertangkapnya tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, dalam penyalahgunaan narkoba mulai ramai jadi perbincangan.
Pasalnya, ketiga ASN yang bertugas diwilayah Kecamatan Bekasi Utara itu, diduga setelah ditangkap polisi pekan lalu, sudah mulai aktif kembali melaksanakan tugasnya.
“Nama ketiga ASN itu sudah sempat beredar yakni, DO dan RD, Staf Kelurahan Teluk Pucung serta RD Staf Kelurahan Kaliabang Tengah,” terang sumber Matafakta.com, Senin (25/5/2026).
Namun, kata sumber yang tidak bersedia namanya disebutkan mengatakan, hingga kini belum ada keterangan resmi baik dari pihak Kepolisian maupun pihak Pemerintah Kota Bekasi.
“Harusnya kalau sudah ramai begini ada keterangan dari para pihak terkait atau merespon, terkait kabar penangkapan ketiga ASN tersebut, sehingga tidak kabar liar,” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago mengaku juga mendengar kabar yang beredar tersebut.
“Benar!. Nama ketiga ASN tersebut sempat beredar melalui pesan whatsaap ditangkap, karena mengkonsumsi narkoba diwilayah Bekasi Utara,” ujarnya.
Ini kembali rame, lanjut Delvin, kabarnya salah satu ASN atau staf yang ditangkap, karena mengkonsumsi narkoba itu sudah mulai terlihat aktif masuk kerja seperti biasanya.
“Makanya kita pertanyakan komitmen Pemerintah Kota Bekasi, terkait ketegasannya bagi ASN yang terlibat mengkonsumsi narkoba,” tuturnya.
Delvin berujar, LSM GMBI Distrik Kota Bekasi sempat memberikan pendampingan terhadap salah satu pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kota Bekasi, Maulana Yusuf.
“Padahal Maulana Yusuf sudah tidak pernah mengkonsumsi narkoba lagi, tapi karena ada pihak yang kembali menyenggol kejadian lama itu akhirnya Maulana dipecat juga,” ungkapnya.
Oleh karena itu, tambah Delvin, pihaknya ingin mendengarkan jawaban atau respon dari pihak Pemerintah Kota Bekasi, terkait kabar yang sempat beredar tersebut.
“Pemerintah Kota Bekasi jangan tebang pilih. Sebab, masalah Maulana sempat ditembuskan ke Wakil Walikota Bekasi, Pak Haris Bobihoe tapi tetap tidak tertolong,” pungkasnya. (Roni)






