BERITA BEKASI – Pejabat pelayanan harus cepat merespon, bukan baru turun, setelah masalah ramai di media. Terlebih lagi persoalan pokok soal kebutuhan air bersih masyarakat.
Kritik tersebut disampaikan Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW), Dede Mulyadi, menyoroti kedatangan Dirut PDAM Tirta Patriot ke Kavling Alinda Permai, Bekasi Utara, Kota Bekasi.
“Masyarakat membutuhkan birokrasi yang proaktif, bukan reaktif yang mengambil tindakan hanya setelah masalah ramai ke public,” terang Dede, Sabtu (4/10/2025).
Dikatakan Dede, persoalan kesusahan air hingga harus antri di Musholla warga Kavling Alinda Permai, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara itu, sudah berjalan selama 3 bulan.
“Keluhan warga itu bukan hanya persoalan penyumbatan seperti keterangan Dirutnya, Ali Imam Fariyadi atau Aweng, tapi ketika air masih mengalir kecil juga berwarna hitam dan berbau,” jelasnya.
Artinya, sambung Dede, masalah lama terkait keluhan kualitas air PDAM Tirta Patriot, masih belum teratasi meski pelangan selaku konsumen rutin menunaikan kewajibannya setiap bulan.
“PDAM Tirta Patriot ini salah satu BUMD milik Kota Bekasi yang penyertaan modalnya dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kota Bekasi. Perlu juga dilakukan audit itu,” imbuhnya.
Sebelumnya, tambah Dede, soal tagihan melonjak tanpa sebab dan kembali normal setelah dikomplain, sehingga timbul dugaan adanya permainan sistem atau kelalaian internal rugikan pelanggan.
“Dengan fakta-fakta itu PDAM Tirta Patriot sampai sekarang belum ada perubahan yang mengarah lebih baik untuk memberikan pelayanan terhadap konsumennya,” pungkas Dede. (Ronny).






