Polisi Beberkan Fakta Kematian Diplomat Muda Kemlu Arya Daru Pangayunan

- Jurnalis

Kamis, 24 Juli 2025 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Mendiang Almarhum Arya Daru Pangayunan

Foto: Mendiang Almarhum Arya Daru Pangayunan

BERITA JAKARTA – Polda Metro Jaya membeberkan fakta tewasnya seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan alias ADP (39) di kamar kosnya yang terletak di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 8 Juli 2025 lalu.

Dimana, penemuan jasad ADP mengundang perhatian publik lantaran kondisi tubuhnya yang tidak biasa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan bahwa saat ditemukan, wajah Arya tertutup plastik dan terlilit lakban berwarna kuning sudah tergeletak diatas tempat tidur kamar kosnya.

“Korban ditemukan dalam kondisi wajah tertutup plastik, kemudian terlilit lakban berwarna kuning di tempat tidurnya,” ujar Ade kepada awak media di Mapolda Metro, Kamis (24/7/2025).

Selain bagian wajah, tubuh korban juga ditutupi dengan selimut. Saat ditemukan, Arya mengenakan kaos dan celana pendek. Tidak ditemukan bekas luka terbuka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi memastikan tidak ada barang milik korban yang hilang. Hal ini mengurangi kemungkinan adanya motif perampokan atau pencurian.

“Kami telah memeriksa sedikitnya 15 saksi. Mereka berasal dari lingkungan tempat tinggal korban, tempat kerja, pihak keluarga, serta orang-orang terakhir yang berkomunikasi dengan korban,” ungkapnya

Dari keterangan istrinya, Arya diketahui memiliki riwayat penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan kolesterol tinggi. Namun, polisi belum mengaitkan kondisi kesehatan tersebut secara langsung dengan penyebab kematiannya.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Arya belum dapat dipastikan. Polisi masih menunggu hasil autopsi lengkap, termasuk pemeriksaan histopatologi dan toksikologi, guna mengetahui apakah ada zat tertentu atau kondisi medis yang menjadi penyebab kematian. (Ty)

Berita Terkait

Lokasi TPS Liar Sempat Viral di Kebalen Siang Tadi Kebakaran
Diduga Salah Obat, Ketua KBPP Polri Pematangsiantar Meninggal di RS. Efarina Etaham
Viral CCTV Diduga Oknum Kades Dengan Politisi di Bekasi Bermesraan Dalam Lift
Begini Akhir Nasib Wartawan Gadungan Peramps Ponsel Guru di Sukabumi
Ngamuk Tagih Uang Koran, Oknum Wartawan di Sukabumi Dibekuk Polisi
Hercules TNI AU Bawa Bantuan Presiden Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan
Terjunkan Tim Alfa, TNI Percepat Penanganan Karhutla Way Kambas
TNI Terus Perkuat Dukungan Penanganan Gempa NTT

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:12 WIB

Lokasi TPS Liar Sempat Viral di Kebalen Siang Tadi Kebakaran

Selasa, 8 September 2026 - 15:36 WIB

Diduga Salah Obat, Ketua KBPP Polri Pematangsiantar Meninggal di RS. Efarina Etaham

Kamis, 3 September 2026 - 07:45 WIB

Viral CCTV Diduga Oknum Kades Dengan Politisi di Bekasi Bermesraan Dalam Lift

Rabu, 2 September 2026 - 11:11 WIB

Begini Akhir Nasib Wartawan Gadungan Peramps Ponsel Guru di Sukabumi

Selasa, 1 September 2026 - 10:44 WIB

Ngamuk Tagih Uang Koran, Oknum Wartawan di Sukabumi Dibekuk Polisi

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB