Dugaan Rekayasa dan Hoax Konten Surat KPK Mulai Terkuak

- Jurnalis

Kamis, 3 Agustus 2023 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Deputi KPK Pahala Nainggolan dengan Kuasa Hukum PT. BGE

Foto: Deputi KPK Pahala Nainggolan dengan Kuasa Hukum PT. BGE

BERITA JAKARTA – Dugaan rekayasa, manipulatif alias hoax isi surat KPK bernomor: B/6004/LIT.04/10-15/09/2017 yang ditandatangani Deputi Pencegahan Pahala Nainggolan, terkait permohonan bantuan klarifikasi ke HSBC pada 19 September 2017, perlahan-lahan mulai terkuak.

Semisal isi surat dalam konten surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berbeda dengan konten surat HSBC Hongkong yang diminta PT. Bumigas Energi (BGE), melalui kuasa hukumnya di Hongkong.

Kemudian didalam isi surat KPK tersebut dinarasikan telah dilakukan koordinasi dan permintaan informasi kepada PT. HSBC Indonesia terkait dengan transaksi keuangan PT. BGE dan Honest Holding Limited (di HSBC Hongkong).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

PT. Bumigas Energi dan kuasa hukumnya sudah melakukan pertemuan dengan PT. HSBC Indonesia pada 2018 di kantor PT. HSBC Indonesia.

Dalam meeting tersebut, PT. HSBC Indonesia menyampaikan kepada PT. BGE bahwa mereka tidak pernah memberikan informasi apapun kepada KPK. Bila KPK mengatakan sumber informasi dari PT. HSBC Indonesia, maka mereka minta copy surat PT. HSBC Indonesia tentang hal tersebut.

Baca Juga :  Cabang LQ Indonesia Law Firm Kembali Hadir di Kembangan Jakarta Barat

“Berarti konten surat KPK hoax,” ucap Khresna Guntarto selaku kuasa hukum PT BGE, Rabu (2/8/2023) lalu.

Selain itu, menurut Khresna, disampaikan bahwa PT. BGE tidak memiliki rekening di HSBC Hongkong baik dalam status aktif maupun yang telah ditutup. Artinya, konten surat KPK adalah hoaks.

“Bila kita membaca dan mencermati secara seksama konten surat KPK nomor: B/6004/LIT.04/10-15/09/2017 tanggal 19 September 2017 ternyata kontradiktif dan ambigu. Lagi-lagi konten surat KPK hoax,” ulas mantan jurnalis itu.

Khresna akhirnya menyimpulkan dari 4 poin tersebut diatas, adalah absolut atau mutlak hoax.

“Video konten press release yang dilakukan Pahala Nainggolan pada bulan Desember 2022, semua isi pernyataan-pernyataan yang bersangkutan penuh dengan kebohongan-kebohongan,” tutur dia.

Salah satunya, lanjut Khresna yang bersangkutan mengatakan PT. BGE mengatakan bahwa surat KPK nomor: B/6004/LIT.04/10-15/09/2017  tanggal 19 September 2017 hoax.

“Padahal yang kami sampaikan surat KPK yang dimaksud tersebut asli akan tetapi isi surat tersebut hoax. Yang mana surat tersebut diduga kuat dilakukan oleh Agus Rahardjo dan Pahala Nainggolan untuk dijadikan alat bukti pada sidang di BANI ke 2 yang mengalahkan PT. BGE,” beber Khresna.

Baca Juga :  Industry Terbesar Asia, Mbah Goen: Kabupaten Bekasi Hanya Jadi Asbak Pengusaha

Padahal, kata Khresna, PT. BGE telah memenangi perkara di Mahkamah Agung (MA) dari tingkat Kasasi, PK, PK diatas PK dan telah memiliki kekuatan hukum tetap. Namun diduga Agus Rahardjo dan Pahala Nainggolan merusak kepastian hukum di Indonesia.

Untuk itu, tambah Khresna, pihaknya selaku kuasa hukum PT. BGE meminta dilakukan konfrontasi antara pihak KPK (AR dan PN), PT. BGE dan PT. HSBC Indonesia. Untuk mencari siapa yang berbohong dan melakukan perbuatan melawan hukum.

“Tapi Agus Raharjo dan Pahala Nainggolan tidak mempunyai keberanian diduga karena mereka telah melakukan kebohongan-kebohongan perbuatan melawan hukum,” pungkas Khresna.

Sayangnya saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Rabu 2 Agustus 2023, Agus Rahardjo memblokir nomor kontak awak media.

Sementara Pahala Nainggolan, diduga hanya membaca pesan dengan tanda contreng biru tanpa merespons pertanyaan yang diajukan. (Sofyan)

Berita Terkait

Soal Halte Sultan, PMII Kota Bekasi Pertanyakan Kinerja Kejari Kota Bekasi
Gelapkan TPP Rp1 Miliar, Kejati Pabar Tahan Kadis Trasmigrasi dan Tenaga Kerja
Industry Terbesar Asia, Mbah Goen: Kabupaten Bekasi Hanya Jadi Asbak Pengusaha
Dipastikan Lolos, KEMAH Indonesia Ucapkan Selamat Kepada Ananda Tohpati
LQ Pertanyakan Kepastian Hukum Dalam Perkara Pidana Guru Besar IPB
Jaksa KPK Sebut Dugaan Uang Hasil Pemerasan SYL Sebesar Rp44,5 Miliar
Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum Bakal Laporkan Hakim Delta Tamtama ke KY
Cabang LQ Indonesia Law Firm Kembali Hadir di Kembangan Jakarta Barat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:39 WIB

Ini Gagasan Gunawan SNIPER Untuk Meningkatkan PAD Kabupaten Bekasi

Rabu, 21 Februari 2024 - 08:18 WIB

Larang dan Usir Warga, LIAR Segera Laporkan PPK Cibitung ke Bawaslu dan DKPP

Selasa, 20 Februari 2024 - 16:21 WIB

TMMD ke-119 Tahun 2024 di Desa Karang Mukti Kecamatan Karang Bahagia

Jumat, 16 Februari 2024 - 16:08 WIB

Heboh, Pemdes Sumberjaya Bekasi Sunat Uang OP Per-KPPS Rp510 Ribu  

Rabu, 14 Februari 2024 - 11:20 WIB

Darsum Caleg Demokrat Dapil 7 Kabupaten Bekasi Datangi TPS Bersama Anak & Istri

Rabu, 14 Februari 2024 - 01:08 WIB

Malam Pencoblosan, Sejumlah Caleg DPRD Kabupaten Bekasi Tebar Amplop

Selasa, 13 Februari 2024 - 12:17 WIB

Viral Serangan Fajar, Praktisi Hukum: Aturan Harus Tegak Demi Keadilan

Senin, 12 Februari 2024 - 14:53 WIB

Bocor Ajakan TKK Dukung Tri Adhianto Lolos Jadi Walikota Bekasi   

Berita Terbaru