Ijazah Tak Terdaftar, Kampus Unpam Resmi Keluarkan Natalia Rusli 

BERITA JAKARTA – Korban investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya VS dan M, mengapresiasi tindakkan tegas pihak Universitas Pamulang (Unpam) di Jalan Surya Kencana No.1, Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan yang menggeluarkan, Natalia Rusli dari program Magister Hukum Universitas Pamulang demi menjaga nama baiknya.

“Terima kasih pak Rektor Dr. Nurzaman yang mendengar aspirasi kami mau melakukan hal yang benar yaitu memberhentikan Natalia Rusli,” katanya kepada Matafakta.com, Senin (16/8/2021).

Memang, sambung para korban, mantan klien dari Natalia Rusli pemilik Kantor Pengacara Master Trust Law Firm, tidak seharusnya Universitas menerima mahasiswa atau mahasiswi yang masuk dengan ijasah S1 yang tidak terdaftar. Sehingga diragukan integritasnya dan dapat merugikan orang lain.

“Kami, adalah pihak yang dirugikan Natalia Rusli kaitan dengan janji dan penanganan kepentingan hukum kami terkait kasus investasi bodong KSP Indosurya,” ungkapnya.

Menurut para korban, hubungan paling mendasar antara advokat dan klien adalah saling percaya atau reciprocal trust. Klien percaya bahwa advokat menangani dan melindungi kepentingannya dengan profesional dan penuh keahlian.

“Lah, kalo dasarnya mendapatkan ijazah atau legalitas pendidikan hukumnya illegal akhirnya kami jadi korban, karena intengritasnya jelas diragukan. Kasian nanti calon klain yang lain,” tutupnya singkat.

Seperti diketahui, ijasah Sarjana Hukum (SH), Natalia Rusli keluaran Universitas Timbul Nusantara (IBEK) tidak terdaftar di pangkalan data DIKTI dan sesuai Permenristekdikti No. 59 Tahun 2019, Pasal 5 menyebutkan bahwa, ijazah haruslah mengikuti program PIN (Program Ijazah Nasional) dimana penomoran ijazah harus sesuai aturan DIKTI.

“Tidak terdaftarnya ijazah Natalia Rusli maka syarat Formiil untuk masuk Magister Hukum yaitu memiliki ijasah S1 yang valid dan sah tidak terpenuhi,” terang Kepala Humas Media LQ Indonesia Law Firm, Sugi.

Sebelumnya, kata Sugi, memang informasi yang beredar bahwa, Natalia Rusli mengundurkan diri dari Magister Hukum Universitas Pamulang melalui surat per tanggal 9 Agustus 2021 dan atas dasar surat pengunduran diri tersebut Universitas Pamulang (Unpam) memberhentikan Natalia Rusli.

“Ya, mungkin Natalia Rusli sadar betul bahwa ijasahnya tidak terdaftar di DIKTI sesuai Permenristekdikti No. 59 Tahun 2019. Makanya, dia lebih dulu mengundurkan diri secara sukarela, ketimbang nanti keburu diberhentikan secara tidak hormatkan dari Unpam kan malu,” sindir Sugi.

Ditegaskan Sugi, aturan dibuat untuk ditaati, jika tidak punya ijazah S1 sah memang tidak selayaknya diperbolehkan menempuh S2. Apalagi diduga Natalia Rusli banyak berkasus dalam perkara dugaan penipaun, pemalsuan dan dilaporkan oleh korbannya sendiri VS dan M serta Serli Kuganda.

“Para korban penipuan dapat menghubungi LQ Indonesia Law Firm di 0817-489-0999 untuk konsultasi hukum. Karena tanpa pendampingan kuasa hukum dapat mempengaruhi hasil dari sebuah kasus atau perkara,” tandasnya.

Sementara itu, Advokat Hamdani dari LQ Indonesia Law Firm memberikan apresiasi kepada Universitas Pamulang (Unpam) masih mau menjaga komitmen dan etika dalam penerimaan mahasiswa atau mahasiswi baru.

“Oknum yang diduga mengunakan ijasah palsu yang tidak terdaftar Dikti sudah selayaknya tidak diterima di Universitas manapun sesuai Permenristekdikti No. 59 Tahun 2019,” ulasnya.

Dengan dikeluarkannya Natalia Rusli dari Unpam secara resmi, maka perkara terhadap Unpam dinyatakan selesai dan para klien kami (korban Natalia Rusli-red), tidak lagi berkeinginan menuntut Unpam.

“LQ Indonesia Law Firm sedang melawan oknum dan bukan institusi Pendidikan Unpam. Justru LQ perduli akan kualitas dan menginformasikan ke Unpam atas adanya Ijazah oknum Mahasiswi bernama Natalia Rusli yang mengaku sebagai Advokat,” tuturnya.

Natalia Rusli Kembali Berulah dan Mencari Mangsa

Bermodalkan ijazah SH aspal ini, Natalia Rusli dengan gencar kembali melakukan aksinya dengan merayu klien Fikasa yang awal sudah berdamai dengan pencabutan LP di Fismondev Polda Metro Jaya (PMJ) dirayu untuk kembali memeras Fikasa.

“Terakhir, Natalia Rusli kembali merayu klien Fikasa biasa dengan iming-iming akan mendapatkan hasil lebih baik padahal sudah ada kesepakatan dan perdamaian. Lihat saja nanti ujung-ujungnya klien Fikasa Natalia Rusli akan zonk,” ungkapnya.

Dikatakan Hamdani, para klien Fikasa dengan Natalia Rusli rentan untuk digugat PMH atau dipidanakan balik oleh Fikasa, karena ada dugaan penipuan dan kebohongan.

“Bodoh sekali para klien Fikasa yang awalnya sudah dapat ganti rugi malah dicuci otaknya, itulah hebatnya ilmu rayu oknum Advokat bodong. Tidak mengerti hukum hanya modal mulut manis,” ucapnya.

Ditambahkan Hamdani, oknum lawyer bodong tentunya hanya akan merugikan masyarakat sebagai kliennya. Waspada dan hati-hati, jika Ijazah Sarjana Hukumnya saja Aspal dan diragukan. Pantas, banyak orang ketika bertanya Pasal dan UU ke Natalia Rusli tidak bisa menjawab.

“Ternyata ijazahnya tidak terdaftar, ngak heran dia ngak ngerti UU dan KUHP. Mungkin KUHP Natalia Rusli beda yaitu Kasih Uang Habis Perkara,” pungkasnya. (Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *