Universitas Muhammadiyah Jakarta MoU Dengan SEAMEO SEAMOLEC

- Jurnalis

Minggu, 8 Agustus 2021 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA JAKARTA – Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Jumat 6 Agustus 2021 resmi menjalin kerjasama dengan South East Asia Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMEO SEAMOLEC) dalam pengembangan kuliah jarak jauh.

Penandatanganan MoU dilakukan di Kampus UMJ oleh Direktur SEAMOLEC R Alpha Amirrachman MPhil, PhD dan Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy MSi serta disaksikan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMJ Prof. Dr. Abdul Mu’ti MEd dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Dr. Endang Sulastri, MSi.

Acara penandatanganan MoU juga dihadiri para Wakil Rektor dan para Dekan di lingkungan UMJ. Selain dilaksanakan secara offline, acara juga disaksikan secara online oleh para dosen di lingkungan UMJ.

Penandatanganan MoU dilanjutkan dengan Kuliah Umum dengan tema “Transformasi Digital untuk Meningkatkan Proses Pembelajaran dan Mutu Lulusan Perguruan Tinggi” yang disampaikan Direktur SEAMEO SSEAMOLEC.

SEAMEO SEAMOLEC itu sendiri adalah sebuah institusi yang bernaung dibawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara yang bertanggung jawab untuk mengembangkan Pendidikan Terbuka dan Pendidikan Jarak Jauh di Asia Tenggara.

Sementara itu, Rektor UMJ Ma’mun Murod menyampaikan bahwa UMJ siap menjadi learning center mitra SEAMOLEC untuk pembelajaran jarak jauh serta siap untuk menyempurnakan Learning Management System (LMS) bersama dengan SEAMOLEC.

“Banyak program yang dapat disinergikan antara UMJ dan SEAMOLEC dalam hal online learning system, SEA-Teacher yang dapat diikuti mahasiswa UMJ untuk mengajar di beberapa kampus di wilayah ASEAN secara reciprocal, dan SEA-TVET Program yang mana mahasiswa UMJ dapat mengikuti magang di dunia industri mitra universitas di ASEAN,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua BPH UMJ, Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya para dosen mengubah mindset (pola piker) offline ke mindset online dan dari pembelajaran klasikal ke pembelajaran online.

“Dengan adanya kerjasama ini ke depan agar dapat didesain modul-modul pembelajaran online yang tentu akan lebih murah dari segi biaya, dan possible dan affordable dari sisi teknologi. Dengan demikian kita dapat menyajikan model pembelajaran yang mudah dan murah,” kata Abdul Mu’ti yang juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu.

Ia menambahkan, Muhammadiyah menyadari betul bahwa ke depan pembelajaran online akan menjadi trend yang akan terus berkembang sehingga Muhammadiyah harus mempersiapkan segalanya dengan sangat baik.

Dalam kaitan itu pula, menurut dia Persyarikatan Muhammadiyah sedang dalam proses membangun Muhammadiyah Cyber University (MCU) yang saat ini sudah keluar izinnya.

Sementara itu, dalam sesi kuliah umum di hadapan para dosen UMJ, Direktur SEAMOLEC, R Alpha Amirrachman menyampaikan bahwa di masa pandemi COVID-19 ini terdapat 1,5 milyar pelajar di dunia yang terpaksa harus belajar secara online di rumahnya masing-masing.

Selain itu, terdapat 3.000 Universitas di Asia Tenggara dan 20.000 Universitas di seluruh dunia yang terpaksa ditutup pembelajaran offline-nya dan mengakibatkan berkurangnya kesempatan belajar bagi siswa.

Alpha juga menyampaikan bahwa selain dampak positif, pembelajaran online juga mendatangkan dampak negatif, seperti kurangnya pemerataan di beberapa daerah dan terjadi digital gap karena kurangnya akses internet.

Alpha menekankan bahwa tidak semua online learning harus berbasis internet, karena bisa  juga berbasis modul, tv, radio, dan lain sebagainya. Alpha juga menyesalkan banyaknya guru dan dosen yang mengalihkan model pembelajaran konvensional ke online system dengan apa adanya, padahal mestinya tidak harus seperti itu.

“Video conference cukup hanya 30 menit, selebihnya dapat dilakukan task force learning dan diskusi kelompok online dalam kelas-kelas kecil. Jadi tidak hanya mendengarkan ceramah guru atau dosen di video conference yang bisa membosakan,” kata Alpha yang meraih gelar Master di University of Sydney dan PhD di Universiteit Van Amsterdam-Belanda ini. (Aat)

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan
Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta
Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim
Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli
Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!
Viral Sebut Istri Polisi Ustadz Dipaksa Klarifikasi Soal Anaknya Ngerokok
OTT Depok, Reformasi Moral dan Diamnya Presiden 
Astara Studio Terapkan BIM “Hadirkan Kepastian Desain dan Konstruksi Lebih Terukur”

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:01 WIB

Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:38 WIB

Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:44 WIB

Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB