Keadaan Pandemi, Konsumen BFI Finance Bekasi Merasa Ditipu

Ilustrasi

BERITA BEKASI –  Konsumen BFI Finance SM warga Kampung Selang Bojong RT004/RW001, Wanasari Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merasa ditipu petugas defkolector leasing Cabang BFI Finnance Tambun yang mendatangi rumahnya, Selasa (18/5/2021) lalu.

Kepada Matafakta.com, SM mengungkapkan, rasa ketipunya karena beberapa orang petugas atau depkolector berbadan tegap yang datang kerumahnya menarik mobil Toyota New Grand Innova miliknya yang sempat menjamin cukup bayar ketelatan dikantor mobilnya bisa diambil kembali.

“Nyatanya, setelah saya tandatangan surat pengambilan unit mobil saya pas mau dibayar tunggakkan baru mau masuk 2 bulan ke kantor BFI Finance tidak bisa, tapi harus melunasi semua total Rp161 juta,” kata SM, Jumat (28/5/2021).

Mendengar itu, sambung SM, dia kaget bukan kepalang dan merasa dijebak petugas depkolector, karena usaha untuk bayar 2 bulan angsuran aja dia masih berusaha keras, apalagi harus langsung disuruh melunasi Rp161 juta.

“Jelas saya merasa ditipu dan dijebak. Waktu ngambil unit dia bilangnya cukup usahakan tunggakan 2 bulan itu, tapi begitu unit ketarik datang kekantornya malah suruh lunasi semua,” ungkapnya.

Tunggakan itu sendiri, lanjut Siti, sebenarnya belum 2 bulan, tapi baru mau masuk 2 bulan, karena tagihan yang kedua belum jatuh tempo. Tapi, apa yang dilakukan BFI Finance dimassa pandemi lagi sulit begini cukup sadis tidak berprikemanusiaan.

“Sebelumnya, saya juga pernah ajukan keringanan restrukturisasi kredit massa pandemi Covid-19 kemarin ditolak BFI. Tapi, sekarang baru telat sebulan rumah saya udah didatangi beberapa orang depkolector maksa tandatangan mau tarik mobil,” imbuhnya.

Lebih kagetnya lagi, tambah Siti, penarikan mobilnya tersebut dikenakan biaya tarik sebesar Rp12 juta lebih yang dimasuka ke total tagihan pelunasan sebesar Rp161 juta. Hingga kini, BFI Finance Cabang Bekasi tetap ngotot untuk menahan mobil miliknya.

“Padahal, saya bukan kredit mobil cuma jaminkan BPKB mobil, tapi kenapa mobilnya yang dibetot kan BPKBnya masih di BFI. Luar biasa perlakuan BFI terhadap konsumen dimassa pandemi gini,” pungkasnya. (Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *