Seknas Jokowi Tanggapi Klarifikasi Perayaan Ultah Gubernur Jatim

- Jurnalis

Senin, 24 Mei 2021 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA SURABAYA – Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi menanggapi klarifikasi yang diberikan Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, terkait adanya kerumunan pada pesta perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) nya ke-56 yang diselenggarakan di Rumah Dinas Gedung Negara Grahadi Surabaya pada, Rabu (19/5/2021) kemarin.

Dalam pembelaan dirinya melalui akun twitter@JatimPemprov, Khofifah menyatakan, bahwa acara tersebut semua persiapan adalah tanpa sepengetahuan dirinya. Khofifah malah menuding bahwa berita yang muncul cenderung tidak faktual dan tidak obyektif.

Selain itu, Khofifah juga menyatakan bahwa yang hadir dalam acara tersebut tidak lebih dari 50 orang dan Gubenur Jatim ini membantah bahwa pihaknya tidak memperhatikan Protokol Kesehatan (Prokes) dan menyatakan bahwa video yang beredar adalah sama sekali tidak benar.

Menurut Seknas Jokowi, bantahan Khofifah ini malah menunjukan bahwa ada pejabat membuat aturan tentang Protokol Kesehatan tapi dilanggar sendiri, karena jelas dalam video perayaan ulang tahun Khofifah itu ada kerumunan massa.

Sapto Raharjanto, Ketua Seknas Jokowi Jatim menyatakan, bahwa dimasa situasi pandemi dimana masyarakat hidup dalam kondisi prihatin baik dari sisi ekonomi mau kesehatan, harusnya pemimpin memberi contoh yang baik.

“Seperti tidak menggelar pesta ulang tahun seperti itu, apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, dimana Pemerintah tegas melarang adanya kerumunan massa, tapi kenapa Gubernur Jatim memberi contoh yang kurang bagus seperti ini,” sindirnya, Senin (24/5/2021).

Menurut Sapto, logikanya kalau acara ini digelar dengan spontan, kenapa diadakan di Gedung Negara Grahadi yang jelas jelas memiliki standart Protokol Kenegaraan. Apalagi acara tersebut, dilaksanakan di bagian rumah dinas Gubernur, sulit dipercaya jika Gubernur menyatakan bahwa tidak tahu acara tersebut dimana persiapan sudah dilakukan sedemikian rupa.

“Acara pesta ulang tahun Gubernur Jawa Timur tersebut seperti telah dipersiapkan sedemikian rupa, termasuk hadirnya para undangan, ada catering yang sudah dipersiapkan, termasuk hadirnya artis nasional Katon Bagaskara,” ungkapnya.

Seknas Jokowi Jatim meminta, Khofifah agar melihat contoh yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menurut sepengetahuan Sapto, belum pernah mengadakan pesta perayaan ulang tahun.

“Apalagi di dalam situasi pandemi Covid-19 seperti ini, dimana banyak masyarakat yang masih kesulitan di dalam sisi perekonomian, banyaknya PHK, banyaknya para pelaku UMKM yang gulung tikar sebagai imbas dari pandemi Covid-19,” tegasnya.

“Oleh karenanya kami menyayangkan, kenapa masih ada saja pejabat yang menggelar acara pesta perayaan ulang tahun seperti ini, yang bagi kami sungguh mengusik rasa keadilan,” sesalnya menambahkan.

Seknas Jokowi jatim juga megkritik keras Wakil Gubernur Jatim, Elestianto Dardak yang menghadiri acara tersebut, meskipun tidak ikut membuat pesta untuk merayakan ulang tahunnya, karena tanggal kelahirannya berbeda dengan Gubernur Khofifah.

Seharusnya Emil berani untuk tidak mematuhi perintah agar hadir dalam acara atau berinisiatif melarang diselenggarakannya pesta perayaan ulang tahun Gubernur dan harus berani mengingatkan Khofifah agar tidak membuat acara pesta perayaan di masa pandemi yang rawan menimbulkan terjadinya kerumunan massa.

“Meski Emil tidak membuat acara perayaan ulang tahunnya, karena tanggal lahirnya berbeda dengan Khofifah, seharusnya Emil harus melarang diselenggarakannya acara tersebut dan berani mengingatkan Khofifah. Atau Emil harus berani tidak datang, meski ada perintah untuk hadir dalam acara pesta tersebut,” pungkasnya.

Selain itu, klarifikasi dari Khofifah melalui akun @JatimPemprov itu menuai banyak tanggapan minor dari kalangan netizen. Seperti @NasiruddinMA235 yang menulis “anak kecil aja tau, jumlah pengunjungnya lebih dari 50”.

Sedangkan @mammotioyes88 menulis “aku sesuk gawe acara ra sepengetahuanku (saya besok bikin acara tanpa sepengetahuanku)”. (Indra)

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan
Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta
Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim
Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli
Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!
Viral Sebut Istri Polisi Ustadz Dipaksa Klarifikasi Soal Anaknya Ngerokok
OTT Depok, Reformasi Moral dan Diamnya Presiden 
Astara Studio Terapkan BIM “Hadirkan Kepastian Desain dan Konstruksi Lebih Terukur”

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:01 WIB

Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:38 WIB

Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:44 WIB

Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB