Kata Fadli Zon, Korupsi Itu Oli Pembangunan Jadi Ketangkap Menteri KKP

- Jurnalis

Kamis, 26 November 2020 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA JAKARTA – Tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo bukanlah sebuah prestasi buat KPK RI, karena sesungguhnya informasi itu sudah lama beredar, terkait tindak tanduk Menteri KKP RI asal Gerindra itu. Hal tersebut, dikatakan Pengamat Politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen.

“Kabar soal tindak tanduk Edhy Prabowo asal Gerindra itu sudah lama, hanya tinggal persoalan waktu saja, karena diberikan KPK waktu untuk memperbaiki, tapi tak kunjung digubris,” kata Silaen kepada Matafakta.com, Kamis (26/11/2020).

Diungkapkan Silaen, polemik kongkalikong seputar izin ekspor benih lobster (benur) sudah lama mengemuka luas diberbagai kalangan media massa, liputan demi liputan baik cetak maupun elektronik sangat vulgar diperbincangkan. Mungkin masalah jam terbang sang Menteri yang kurang, sehingga tidak bisa melihat maut didepan tengah mengintainya.

“KPK menyikat Menteri KKP asal partai besutan Prabowo Subianto itu hanya persoalan waktu saja, KPK RI sekarang baik kok, pertama di nesehati. Sebab kisruh yang mengemuka soal perusahaan yang dapat izin ekspor benur itu jadi persoalan mendasar yang sedang ‘dimainkan’ oleh oknum tertentu dilingkungan Gerindra, hingga hebohnya luar biasa,” jelas Silaen.

Tak ayal, sambung Silaen, KPK hanya menyikat yang sudah tuman alias sudah terlalu meminjam istilah kerennya Bang Rhoma, selama tidak terlalu alias tuman, maka KPK tidak terlalu hirau. Sesungguhnya persoalan korupsi ini ibarat fenomena gunung es yang tidak terlihat itu jauh lebih besar.

“Itulah gambaran kasar yang terjadi di republik ini, komentar para banyak pengamat dimedia mssa. Kalau ada yang ‘apes’ maka sejenak perilaku rakusnya birokrat senyap dan diam sementara waktu saja. Lalu setelah hiruk-pikuk tenang atau selesai maka kembali lagi berjalan seperti biasa,” sindirnya.

Dikatakan Silaen, banyak pakar menyoroti keberanian KPK dibawah nahkoda, Firli dan kawan-kawan, itu hanya pujian penghiburan ditengah issue tak sedap yang menimpa KPK pasca operasi revisi UU KPK yang baru. KPK RI selama ini ada kesan jelek bahwa KPK sibuk dengan urusan diri sendiri.

“Tentu kalau bukan karena terlalu alias terlalu tuman (dalam bahasa jawa, sunda) dan vulgar dalam menjual pengaruh kekuasaan dilingkungan Menteri KKP maka seyogyanya, Edhy Prabowo tidak akan dicokok KPK,” ujarnya.

Silaen menduga, masih banyak praktek koruptif yang lebih besar dari pada apa yang menimpa Menteri KKP, tapi dimainkan cantik jadi tidak terendus oleh media dan telinga ruangan sebelah. Mungkin saja memang belum apes bahasa spritualitasnya.

“Jadi, kalau Fadli Zon mengatakan korupsi adalah oli pembangunan, inilah hasilnya, maka tentu punya implikasi terhadap moral hazard birokrat yang jadi pemangku kepentingan orang banyak,” imbuhnya.

Perilaku koruptif itu, tambah Silaen tidak akan pernah habis jadi zero. Sebab itu, cerita panjang soal cerita ditaman Eden kota mula- mula ada.

“Sesungguhnya korupsi itu tak dapat dihindarkan didalam dunia politik, sebab tak ada makan siang gratis, nah tentu semua yang menduduki jabatan politik karena penempatan dan rekomendasi politik tak terlepas dari intrik-intrik koruptif, hanya bisa di minimalisir saja agar tidak tuman alias terlalu,” pungkasnya. (Indra)

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan
Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta
Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim
Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli
Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!
Viral Sebut Istri Polisi Ustadz Dipaksa Klarifikasi Soal Anaknya Ngerokok
OTT Depok, Reformasi Moral dan Diamnya Presiden 
Astara Studio Terapkan BIM “Hadirkan Kepastian Desain dan Konstruksi Lebih Terukur”

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:01 WIB

Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:38 WIB

Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:44 WIB

Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!

Berita Terbaru

Photo: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli

Nasional

Menaker: KBJI 2026 Jadi Acuan Bersama Dunia Kerja

Jumat, 18 Sep 2026 - 19:41 WIB

Teks Photo: Puluhan PC PMII Saat Mengelar UNRAS Di Depan Kantor DLH Kota Sukabumi

Berita Daerah

Risiko Pengelolaan Sampah dan Anggaran DLH Kota Sukabumi

Jumat, 18 Sep 2026 - 19:30 WIB