Gara-Gara Oknum LUKAS “Lurusin Kasus” AKBP Andi SG Jadi Tercoreng

- Jurnalis

Rabu, 15 Januari 2020 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA JAKARTA – Meski sudah tegas, pelapor Budianto membantah informasi terkait Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Andi Sinjaya Ghalib yang meminta uang Rp1 miliar untuk menangani laporan kasusnya. Namun hal itu, tidak langsung bisa mengembalikan nama baiknya.

“Oknum pengacara berinisial Al yang meminta uang dengan mengatasnamakan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan,” ujar Budianto di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Budianto menuturkan, latar belakang persoalan dirinya memberitahukan kepada pengamat polisi Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, karena mempertimbangkan laporan yang tidak kunjung tuntas ada perkembangan sejak 2014.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya meminta maaf kepada Pak Kasat, saya tidak menduga sampai seperti ini,” kata Budianto dengan penuh penyesalan.

Dijelaskan Budi, kronologis permintaan uang senilai Rp1 miliar itu disampaikan seorang pengacara yang ditemuinya disalah satu kedai kopi di sebuah Mall pada akhir Desember 2018.

Dari pertemuan itu lanjut Budi menceritakan, dirinya punya perkara yang sudah hampir dua tahun mandek di Polres Metro Jaksel.

Perkara tersebut adalah perebutan objek tidak bergerak di kawasan Jalan Kuningan Barat Raya Jaksel, seluas kurang lebih 400 meter persegi, terjadi 4 Maret 2018.

Baca Juga :  Intip Gaya Hidup Hedonis Oknum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta

Dari pertemuan itu juga, Budi mengharapkan perkaranya berjalan dengan lancar dan oknum pengacara yang mengatasnamakan Kasat Polrestro Jaksel tersebut menjanjikan akan menyelesaikan perkara, tapi butuh dana Rp1 M.

“Katanya untuk operasional supaya penyidik tidak bermain-main lagi dan perkara berjalan sesuai dengan harapan,” tutur Budi.

Namun, Budi tidak menyanggupi permintaan tersebut karena tidak punya uang. Ia juga punya bukti isi obrolan via wa kepada oknum yang menerangkan uang tersebut diperuntukkan untuk operasional penyidik.

Karena kesal perkara keduanya mandek hampir dua tahun, Budi memutuskan melapor ke Indonesia Police Watch (IPW).

“Saya lapor ke IPW pada 15 Desember 2019 karena saya murka, laporan saya yang pertama 2014 sudah enam tahun mandek, sekarang laporan kedua saya mau dua tahun enggak juga jalan,” ungkap Budianto.

Kepada IPW Budi meminta agar perkara dia dirilis bahwa ada oknum penyidik yang meminta uang senilai Rp1 miliar untuk perkaranya.

Baca Juga :  SMPN 216 Optimis Lolos Seleksi FL2N Tingkat Wilayah II Jakpus

Dalam laporan yang emosional tersebut Budi mengaku tidak menjelaskan siapa sebenarnya yang meminta sejumlah uang tersebut.

“Saya baru bilang itu penyidik tidak menyebutkan detail yang minta adalah oknum pengacara mengatasnamakan Kasat,” katanya.

Siap Ungkap

Rencana Budi akan mengungkap siapa oknum yang memintanya uang Rp1 miliar pada saat dirinya dipanggil Propam Polda Metro Jaya. “Nanti saya akan ungkap semua di sana,” tuturnya.

Atas kasus ini, Budi mengapresiasi kinerja Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan yang telah memproses dua laporannya terkait perebutan objek barang tidak bergerak yang kini dikuasainya.

Budi juga berterimakasih kepada IPW karena telah memproses laporannya dan mengawasi kinerja kepolisian, sehingga masyarakat sepertinya mendapat kepastian hukum.

“Saya mengapresasi kinerja Sat Reskrim, dua perkara saya diproses. Saya juga berterimakasih dengan IPW, ternyata ada pihak-pihak yang cari keuntungan menjual nama Kasat dan Kapolres. Saya juga minta maaf ke Pak Kasat bahwa ini semua karena emosi dalam laporan saya,” pungkasnya. (Yon)

Berita Terkait

Intip Gaya Hidup Hedonis Oknum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta
SMPN 216 Optimis Lolos Seleksi FL2N Tingkat Wilayah II Jakpus
Diduga PT. Arya Lingga Manik Kolaps, Proyek Perumahan Terhenti
10 Tahun Proyek Revitalisasi Pasar Munjul Telan Biaya Rp10,2 Miliar Mangkrak
Ini Kata Pengamat Politik Soal Mencari Figur Pemimpin Mantan Ibukota Jakarta
Sulit Dapatkan Informasi, Kasie Penkum Kejati DKI Jakarta Mati Suri
PN Jakpus Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim
Polsek Ciracas Jaktim Terima Penitipan Barang Warga Mudik Lebaran  
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 16:37 WIB

Pendemo Tuntut, Jabatan Kepala BAPENDA Kota Bekasi Dicopot

Senin, 27 Mei 2024 - 16:02 WIB

Inspektorat Membisu Soal Hasil Pemeriksaan Dispora Kota Bekasi

Senin, 27 Mei 2024 - 12:34 WIB

Sawer Biduan, FKMBP: Aksi Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan Tak Patut Dicontoh

Minggu, 26 Mei 2024 - 18:24 WIB

Ini Klarifikasi Solihin Soal Tudingan Aksi Mahasiswa Ditunggangi

Sabtu, 25 Mei 2024 - 13:10 WIB

Berkedok Bimtek, Dana Desa Jadi Sasaran Empuk Oknum Dinas Raup Keuntungan

Kamis, 23 Mei 2024 - 22:29 WIB

Waduh…!!!, Aksi Demo Mahasiswa, Pj Walikota Bekasi Sempat Dievakuasi Petugas

Kamis, 23 Mei 2024 - 20:28 WIB

Ini Kata Pengamat UNISMA Soal Demo Mahasiswa ke DPRD Kota Bekasi

Kamis, 23 Mei 2024 - 17:45 WIB

Forum TKK Kota Bekasi Kompak Pasang DP Profil Pj Raden Gani Muhamad

Berita Terbaru

Foto: Aksi AKAMSI di Kantor BAPENDA Kota Bekasi

Seputar Bekasi

Pendemo Tuntut, Jabatan Kepala BAPENDA Kota Bekasi Dicopot

Senin, 27 Mei 2024 - 16:37 WIB

Foto: Gedung Dispora Kota Bekasi

Seputar Bekasi

Inspektorat Membisu Soal Hasil Pemeriksaan Dispora Kota Bekasi

Senin, 27 Mei 2024 - 16:02 WIB