BERITA BEKASI – Sayembara marak terjadi ketika Penegakan Hukum dirasa berjalan lambat atau untuk menggerakkan partisipasi publik secara cepat.
Hal tersebut, dikatakan Aktivis AKHERA, Heru Purwoko, menanggapi dua sayembara dari kelompok masyarakat untuk mengungkap akun TikTok anonim “Bekasi Masih Kusut”.
“Selain menggerakan partisifasi publik juga tantangan bagi Polres Kabupaten Bekasi. Karena hal ini, sudah dilaporkan sejak 5 bulan lalu,” terang Heru, Rabu (30/9/2026).
Menurut Heru, kritik harus disampaikan secara terbuka dengan data, objektif dan bertanggung jawab, bukan dengan cara menyembunyikan jatidiri.
“Pelaku akun anonim ‘Bekasi Masih Kusut’, bukan buat melindungi dirinya, tapi apa yang dileparkannya ke publik, bukan berdasarkan data, tapi berdasarkan asumsi,” tuturnya.
Selain itu, kata Heru, editan foto dengan mirip Plt. Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja dengan tumpukan uang gepokan diatas meja bernarasi untuk modal definitive adalah fitnah keji.
“Akun anonim ‘Bekasi Masih Kusut’ lebih kearah ingin memecah belah orang Bekasi, bukan kritik yang baik untuk membangun Kabupaten Bekasi,” ulasnya.
Heru berujar, sayembara dapat memotivasi masyarakat umum, pegiat siber, atau orang di sekitar pelaku untuk lebih peduli dan ikut melacak keberadaan pelaku yang bersembunyi di balik akun.
Lebih jauh Heru mengatakan, dengan adanya sayembara ini, semoga pelaku akun anonim ‘Bekasi Masih Kusut’ bisa terungkap dan pelakunya diproses secara hukum.
“Kalau lempar data sembunyi tangan ngak ada masalah, tapi kalau lempar fitnah sembunyi tangan adalah kejahatan. Semoga pelakunya cepat tertangkap,” tungkasnya.
Sebelumnya, Aliansi Ormas Bekasi mengadakan sayembara berhadiah Rp10 juta bagi siapapun yang berhasil menangkap pemilik akun TikTok “Bekasi Masih Kusut”.
Selain Aliansi Ormas Bekasi, Mahamuda Bekasi juga turut membuka sayembara serupa dengan hadiah yang ditawarkan sebesar USD 3.000 atau setara Rp50 juta lebih.
Sayembara ditujukan bagi siapa saja masyarakat yang mampu membongkar identitas pengelola akun TikTok “Bekasi Masih Kusut” atau “Bekasi Makin Kusut” sebagai akun pemecah belah Bekasi. (Tim)





