BERITA BANDUNG – Kabar pergantian pucuk pimpinan dilingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) mulai santer berkembang ditengah masyarakat. Bahkan Presiden Prabowo Subianto mulai mengundang sejumlah nama yang layak menduduki jabatan tersebut.
Salah satu perwira tinggi yang sudah diundang adalah Komisaris Jendral Polisi (Komjen Polisi) Karyoto oleh orang nomor satu dilingkungan istana kepresidenan.
Dukungan terhadap Komjen Pol. Karyoto untuk mengemban amanah sebagai Kapolri terus mengalir dari berbagai kalangan. Salah satunya, dukungan datang dari Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Barat, KH. Juhadi Muhammad, SH.
KH. Juhadi menilai Komjen Pol Karyoto merupakan figur pemimpin Polri yang memiliki rekam jejak panjang di bidang penegakan hukum, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap berbagai program strategis nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan sosok Kapolri yang tidak hanya mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mampu membangun kolaborasi lintas sektor guna mendukung pembangunan nasional.
“Komjen Pol. Karyoto adalah pemimpin yang memiliki pengalaman lengkap, integritas dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya kepada wartawan.
“Selama mengemban berbagai jabatan strategis, beliau selalu membuka ruang sinergi dengan Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, kelompok tani, hingga berbagai elemen bangsa,” sambungnya.
Ia menilai pendekatan tersebut menjadi modal penting bagi Polri dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di masa mendatang.
KH. Juhadi juga menyoroti kiprah Komjen Pol. Karyoto yang sekarang ini sedang menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.
Menurutnya, Karyoto menunjukkan perhatian besar terhadap penguatan program ketahanan pangan melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah, kelompok tani, serta Organisasi Masyarakat (Ormas).
Pendekatan itu dinilai mencerminkan pemahaman bahwa keamanan nasional tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga erat kaitannya dengan stabilitas sosial, ketersediaan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kapolri kedepan harus mampu menghadirkan Polri sebagai mitra masyarakat dalam menyukseskan berbagai program strategis Pemerintah,” katanya.
KH. Juhadi menambahkan, rekam jejak Komjen Pol Karyoto menjadi salah satu alasan utama dirinya memberikan dukungan.
Komjen Pol. Karyoto merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990 yang mengawali karier di bidang Reserse.
Selama lebih dari tiga dekade mengabdi di institusi Polri, ia dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari lingkungan Bareskrim Polri, Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kapolda Metro Jaya, hingga kini menjabat sebagai Kabaharkam Polri.
Menurutnya, 332 pengalaman lintas bidang tersebut menjadi bekal kepemimpinan yang komprehensif, baik dalam penegakan hukum, pemberantasan korupsi, pemeliharaan keamanan, maupun pelayanan kepada masyarakat.
Ia menilai figur dengan pengalaman tersebut dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan Polri kedepan, mulai dari penanganan kejahatan siber, peredaran narkotika, konflik sosial, hingga penguatan sistem keamanan nasional.
Ditambahkannya, bahwa Komjen Pol Karyoto juga dekat dengan para ulama dan beliau sangat perhatian sekali dengan sejumlah Pondok Pesantren dilingkungan Provinsi Jawa Barat (Jabar).
“Selama pemimpin itu dekat dengan ulama, insya Allah akan amanah. Pak Presiden Prabowo jangan sampai salah memilih pemimpin,” pungkas alumnus Pesantren Lirboyo yang siap akan maju kembali pada perhelatan pemilihan Ketua PW Jabar masa khidmat 2026-2031 mendatang. (Tim)






