MAHASISWA Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di SDN Perwira 4, Kota Bekasi, dengan mengusung isu penting perlindungan anak.
Kegiatan ini menjadi ajang diseminasi hasil Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), bertema “Pendampingan dalam Perlindungan Anak” yang sebelumnya dikembangkan mahasiswa Fakultas Psikologi UBJ dan berhasil menembus ajang Nasional.
KKN Tematik tersebut berangkat dari kepedulian terhadap pentingnya upaya pencegahan serta peningkatan pemahaman mengenai perlindungan anak sejak usia dini, khususnya dilingkungan Sekolah Dasar (SD).
Sekolah dipandang sebagai ruang strategis untuk menumbuhkan kesadaran kolektif antara siswa, guru dan orang tua mengenai hak-hak anak, rasa aman serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UBJ, tidak hanya hadir sebagai pelaksana pengabdian masyarakat, tetapi juga sebagai penghubung antara hasil kajian akademik dan kebutuhan nyata dilapangan.
Diseminasi hasil PKM dalam KKN Tematik diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih ramah, aman dan peduli terhadap Perlindungan Anak.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak sebagai wujud sinergi multipihak dalam upaya Perlindungan Anak.
Hadir sebagai narasumber utama, dr. Hadyan Rahmat, M.P.H, M.I.Kom, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi yang memberikan penguatan mengenai isu Perlindungan Anak dari perspektif kebijakan publik serta peran strategis Lembaga Perlindungan Anak.
Narasumber kedua sekaligus Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ), Rijal Abdilah, S.Psi, M.A, turut menyampaikan materi mengenai pentingnya relasi sosial dalam membantu proses pemulihan dan penanganan trauma pada anak.
Dari pihak sekolah, kegiatan ini difasilitasi secara langsung oleh Risun, S.Pd, selaku Kepala SDN Perwira 4 Kota Bekasi, bersama jajaran guru yang berperan aktif dalam mendukung kelancaran dan keberhasilan kegiatan.
Secara umum, tujuan pelaksanaan KKN ini sejalan dengan capaian pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai aspek teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan, keterampilan komunikasi, kerja sama lintas sektor serta kepekaan sosial dalam konteks nyata.
Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk berperan aktif sebagai agen edukasi dan perubahan di masyarakat.
Rangkaian kegiatan meliputi sesi pembukaan, pemaparan materi, diskusi serta pendampingan edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik peserta di lingkungan sekolah dasar.
Selain itu, kegiatan ini juga didokumentasikan melalui foto dan cuplikan aktivitas yang menjadi bagian dari luaran wajib KKN serta arsip kegiatan institusi.
Salah satu mahasiswa peserta KKN, Denis Natalia Siburian yang juga merupakan anggota tim riset PKM dan Sekretaris Pelaksana KKN menyampaikan, bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam mengintegrasikan hasil penelitian ke dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui KKN ini, kami belajar bagaimana hasil penelitian tidak berhenti pada laporan akademik, tetapi dapat disampaikan kembali kepada masyarakat dengan bahasa yang lebih aplikatif,” ujar Denis.
Dari pihak mitra sekolah, kegiatan ini dinilai positif karena memberikan tambahan wawasan serta penguatan edukasi mengenai perlindungan anak.
Kolaborasi dengan mahasiswa dan KPAD Kota Bekasi juga dipandang sebagai bentuk sinergi yang mendukung peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.
Secara keseluruhan, kegiatan KKN Tematik ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang berupa meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan anak dilingkungan sekolah.
Selain itu, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai insan Akademik yang mampu mengimplementasikan “Tri Dharma Perguruan Tinggi”, khususnya pengabdian kepada masyarakat. (***)
Penulis: Mahasiswa Ubhara Jaya Jakarta






