BERITA KEPRI – Besok, Aliansi Solidaritas Peduli Kepulauan Riau (ASPEK) akan menggelar aksi unjuk rasa di Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Jakarta di Gedung Kejaksaan Agung, Senin (22/12/2025).
Aksi tersebut, buntut dari keresahan masyarakat Kepulauan Riau maraknya pembukaan rencana perluasan perkebunan Kepala Sawit, permasalahan hutan lahan serta kerusakan lingkungan di Kabupaten Lingga, Batam, Provinsi Kepri.
Kepada media, Zuhardi atau biasa disapa Juai selaku putra daerah asli Lingga Kepri yang merupakan inisiator ASPEK mengatakan, perjuangannya ke Jakarta adalah murni membawa suara masyarakat Lingga dan Kepulauan Riau.
“Wilayah Kepulauan Riau, bukan perkebunan sawit, tapi hari ini, hutan kami dilepas ribuan hektare. Sementara, masyarakat Kepri seperti yang ada di Kabupaten Lingga, tetap tercatat sebagai yang termiskin di Provinsi,” ujarnya, Minggu (21/12/2025).
Untuk itu, kata Juai, pihaknya akan menyuarakan aspirasi dengan menggelar aksi di Satgas PKH Jakarta Gedung Kejaksaan Agung 9Kejagung) dengan menyampaikan sikap dan tuntutan di antaranya:
- Meminta Satgas PKH meninjau langsung kelapangan berkaitan dengan kasus permasalahan hutan dan lahan di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.
- Meminta Presiden Prabowo Subianto untuk lebih peduli atas nasib Kepulaun Riau dalam bentuk menjaga kelestarian alam, hutan dan bukit bukit yang sudah banyak digunduli di Kabupaten Lingga dan Batam Kepri jangan sampai terjadi bencana seperti di Pulau Sumatra.
- Meminta Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni untuk mengevaluasi dan mencabut izin PT. CSA dan PT. SPP yang tidak mengutamakan kesejahteraan hak rakyat di Kepulauan Riau.
“Jangan hanya mendengar pejabat di daerah. Pemerintah Pusat, harus turun ke lapangan. Lihat langsung bagaimana rakyat hidup hari ini dan permasalahan yang ada disana dengan Perusahaan PT. CSA dan PT. SPP,” tuturnya.
Sekali lagi, tambah Juai, pihaknya mendesak Pemerintah Pusat turun langsung ke lapangan atau kewilayah di Kabupaten Lingga Kepri. Lihat langsung bagaimana permasalahan masyarakat yang ada disana dengan perusahaan PT. CSA dan PT. SPP.
“Jangan hanya mendengar laporan pejabat di daerah yang hanya ABS alias Asal Bos Senang. Kami sama sekali tidak alergi atau anti dengan adanya investasi yang masuk di daerah kami,” pungkasnya. (Aji)






