BERITA JAKARTA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Barisan Relawan Muda 08 berlangsung di Jakarta, Rabu 8 Oktober 2025 yang dihadiri seluruh Pengurus Dewan Pimpinan Pusat. Acara tersebut digelar dengan mengangkat tema “Dari Desa, Membangun Indonesia, Dengan Semangat Bela Negara”.
Acara dibuka oleh, Brigjen TNI G. Eko Sunarto, S.Pd, M.Si, Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan pada Kementerian Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia (Kemhan-RI).
Dalam sambutannya, Brigjen TNI G. Eko Sunarto menyampaikan dengan tema “Baramuda Bela Negara”, Kemhan RI, mengapresiasi kegiatan Rakernas sekaligus sosialisasi tentang “Bela Negara”.
“Tanggung jawab Bela Negara, bukan hanya tanggung jawab eksklusif Kemhan RI, melainkan tanggung jawab semua Lembaga Negara dan semua komponen bangsa. Hal ini sesuai amanat UUD 1945,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Baramuda 08, Rhesa Yogaswara menyampaikan, Rakernas dan orientasi Pengurus Baramuda 08 ini, merupakan kegiatan dalam rangka konsolidasi Pengurus serta menetapkan program-program Baramuda 08 dan mengimplementasikan 6 Pilar Baramuda.
“Dengan diselengarakanya Rakernas ini, Baramuda siap untuk melakukan kerjasama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mensukseskan program-program Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” terangnya, Kamis (9/10/2025).
Ferdiansyah Rusman selaku Sekjen Baramuda 08 menambahkan, sinergi ini harapannya bisa berdampak baik secara ekonomi kreatif dengan pemuda pemudi dari Desa maupun Kota untuk Ketahanan Ekonomi Nasional.
Hal senada juga disampaikan, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Baramuda 08 Kota Bekasi, Prayogo yang turut hadir dalam acara tersebut. Karena menurutnya, kewajiban Bela Negara sudah jadi kewajiban semua komponen bangsa.
“Bukan cuma TNI, tapi semua Aparatur dan Masyarakat. Demi menumbuhkan Patriotisme demi kedaulatan sosial dan kedaulatan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.
Hal ini, tambah, Prayogo, demi mewujudkan Asta Cita yang digagas pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam bingkai Pancasila ber-Bhineka Tunggal Ika.
“Berbeda-beda suku, agama, ras, golongan, profesi, status social, tapi bersama-sama menuju satu tujuan bersama, satu tujuan bangsa. Menuju masyarakat yang makmur sejahtera berkeadilan,” pungkasnya. (Ronny)






