BERITA SUMUT – Beberapa orang tua murid kecewa dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut), terkait kutipan uang untuk pembelian buku Bupena.
Pasalnya, hingga kini tidak ada tindakan tegas terhadap SMP Swasta Cinta Rakyat 1 di Jalan Sibolga, terkait kutipan yang dirasa memberatkan para orang tua murid tersebut.
“Sekolah mengeluarkan surat resmi bernomor: 266/U.4/SMP-CR.1/2025, Selasa 22 Juli 2025,” terang salah satu orang tua murid kepada Matafakta.com, Kamis (9/10/2025).
Dengan rincian, kata sumber, Kelas VII Rp272 ribu, Kelas VIII Rp242 ribu dan Kelas IX Rp246 ribu, tanpa memikirkan massa sulit ekonomi saat ini.
“Kekuatan ekonomi para orang tua murid tidak sama. Terlebih lagi dimassa sulit seperti sekarang ini,” tandasnya yang minta namanya tidak disebutkan.
Sebelumnya, hal ini pernah ditanggapi oleh salah satu Anggota Komisi II DPRD Pematangsiantar Bidang Pendidikan, Metro B Hutagaol.
“Kadis Pendidikan Kota Pematangsiantar harusnya melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS,” tegasnya.
Bahkan Metro, pernah mengingatkan Disdik Pematangsiantar, melakukan pengecekan terkait informasi adanya kutipan pembelian buku di SMP Swasta Cinta Rakyat 1.
“Jika informasi itu benar maka Didsik sebaiknya mengambil tindakan tegas dan ini harus dilakukan agar dana BOS dalam penggunaannya tepat sasaran,” imbuhnya.
Metro juga sempat menyinggung informasi bahwa tahun 2024 SMP Swasta Cinta Rakyat 1 dengan jumlah murid 1.066 yang memperoleh dana BOS sebesar Rp1 miliar lebih.
“Jadi kalau dana BOS Rp1 miliar terus pengembangan Perpustakaan hanya Rp81 juta lebih dan untuk pembayaran honor guru Rp230 juta lebih, ini sudah tidak cocok,” ungkapnya.
Fakta ini, tambah Metro, menunjukan bahwa tugas Dinas Pendidikan atau Disdik Pematangsiantar sebagai pengawasan luput.
“DPRD meminta Disdik benar-benar melakukan koordinasi dan memeriksa pengelolaan dana BOS semua sekolah,” pungkas Metro. (Team)






