KKMP Soroti Pemkot Tangsel Mulai Keuangan, WTP, Korupsi dan LHKPN

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KKMP

KKMP

BERITA JAKARTA – Koalisi Kawal Merah Putih (KKMP) menyoroti sejumlah polemik Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, mulai dari soal Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel).

Selain itu, predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 13 kali beturut-turut, dugaan korupsi sampah yang merugikan Negara hingga Rp21 miliar hingga isu Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Walikota Tangsel, Benyamin Davnie yang dinilai janggal.

“WTP ke-13 kali berturut-turut dianggap prestasi besar Kota Tangsel dibawah Walikota Benyamin Davnie. Namun kini, sejumlah polemik publik muncul terkait dugaan sejumlah kejanggalan dalam kasus korupsi sampah dan laporan keuangan Pemkot Tangsel 2024,” terang Joko Priyoski Presidium KKMP kepada Matafakta.com, Kamis (2/10/2025).

KKMP menilai fakta itu tidak mencerminkan prioritas kepentingan masyarakat dan bertentangan dengan Instruksi Presiden Prabowo Subianto agar seluruh Pejabat dari Pusat dan Daerah, menerapkan efisiensi anggaran dan mendahulukan kepentingan rakyat.

“Pola penggunaan anggaran daerah seperti yang tercantum dalam Laporan Keuangan Pemkot Tangsel, merupakan cermin pemborosan anggaran oleh Pejabat Daerah,” tegas Joko.

KKMP meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera membentuk tim investigasi independen untuk mengaudit secara transparan penggunaan anggaran daerah Pemkot Tangsel.

“Selain itu, publik bisa melihat kontradiksi bagaimana bisa WTP 13 kali, tapi uang sampah dikorupsi hingga puluhan miliar. Isu ini memicu keraguan atas kredibilitas Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK, Pemkot dan kepemimpinan Benyamin,” tuturnya.

Dikatakan Joko, isu LHKPN Benyamin Davnie juga muncul di ruang publik dan tidak ada temuan resmi KPK, menimbulkan pertanyaan soal integritas Pejabat.

“KKMP juga mendesak KPK untuk memeriksa Walikota Tangsel Benyamin Davnie atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan sejumlah polemik yang muncul ditengah publik,” ulasanya.

Empat Isu Walkot Tangsel Berpotensi Krisis Kepercayaan Publik

Sementara itu, Aktivis UIN Jakarta, Ramadhan Isa mengatakan, munculnya polemik dan empat isu Walikota Tangsel Benyamin Davnie dikhawatirkan memunculkan krisis kepercayaan publik terhadap Pejabat Daerah jika tidak segera di evaluasi secara total.

“WTP ke 13 kali berturut-turut berkontradiksi dengan kasus korupsi sampah di Tangsel, Laporan Keuangan Pemkot Tangsel yang dinilai sarat pemborosan, Isu LHKPN yang diduga manipulatif, menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat,” imbuhnya.

“Warga merasa uang mereka dikorupsi, sementara Pemkot sibuk dengan prestasi administratif. Erosi legitimasi kepemimpinan Benyamin dipersepsikan gagal mengawasi bawahan, akhirnya muncul potensi labeling negative. WTP kertas, tapi realita korupsi,” kritik Dhani sapaan akrabnya yang juga Presidium KKMP.

Disonansi Simbolik: WTP vs Korupsi

Fakta korupsi sampah di Tangsel disaat Pemkot Tangsel mendapat WTP ke 13 kali berturut-turut akan terus mendapat sorotan tajam dari KKMP, karena dinilai sangat janggal.

WTP seharusnya merupakan simbol administrasi akuntabel, namun korupsi sampah adalah fakta kerugian nyata di sektor vital.

Publik bisa melihat kontradiksi atas hal tersebut dua hal tersebut. Dalam kasus korupsi sampah di Tangsel menyebabkan kerugian Negara Rp21,68 miliar dari nilai kontrak Rp75,9 miliar tahun 2024 dengan modus dugaan rekayasa kerja sama dengan perusahaan yang tidak kompeten.

“Dampak dari kasus korupsi sampah di Tangsel tidak hanya merugikan keuangan Negara, namun juga menurunnya layanan sampah yang dirasakan warga,” sambung Joko lagi.

KKMP mendesak Penegakkan Hukum secara adil dan transparan. Usut tuntas kasus korupsi sampah di Tangsel jangan berhenti sampai di level ASN dan Kepala Dinas,

KKMP mendukung KPK untuk mengembangkan penyidikan, termasuk memeriksa oknum-oknum Pejabat lainnya di Tangsel yang diduga terlibat dalam kasus korupsi sampah.

Fiat Justitia Ruat Caelum, hendaklah keadilan ditegakkan sekalipun langit akan runtuh,” pungkas Joko Priyoski yang juga Ketua Umum DPP Kaukus Muda Anti Korupsi. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB