BERITA JAKARTA – “Patut dipertanyakan Broron atau Arnold Aristone Sinaga mantan Caleg DPR-RI dari PSI dan mantan Calon Ketua Umum PSI 2025, kenapa bisa berada ditengah-tengah aksi di DPR-RI”.
Hal itu diungkapkan, Sekjen Masyarakat dan Pemuda Nusantara Merah Putih (AMPUH), Heru Purwoko yang menyoal kehadiran Broron saat aksi sebagai peserta yang berujung anarkis tersebut.
“Kehadiran Broron saat aksi dari terang sampai gelap itu, monitor situasi lapangan atau lebih dari itu. Kalaupun untuk memonitor lapangan memangnya dia ini aparat yang bertugas?,” sindir Heru.
Untuk itu, lanjut Heru, AMPUH memberikan masukan kepada pihak Kepolisian Polda Metro Jaya untuk mendalami aksi anarkis diseputaran Gedung DPR-MPR Senayan Jakarta dengan memanggil Broron.
“Untuk dimintai keterangan terkait keberadaannya ditengah-tengah massa aksi diseputaran Gedung DPR-MPR, Senayan Jakarta pada tanggal 25-28-29-30 Agustus 2025 yang berakhir ricuh,” ulasnya.
“Aneh aja dari terang sampai gelap gulita Broron ada ditengah-tengah aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh diseputaran DPR-MPR, bila tidak memiliki maksud dan tujuan tertentu,” sambung Heru.
Kalau diamati, sambung Heru, postingan di media social (medsos) Instagram miliknya @brorondm, sangat jelas terlihat narasi-narasi yang memprovokasi, ketidaksukaan dengan Lembaga DPR-RI, baik perorang maupun Parpol tertentu.
“Sekali lagi, untuk itulah Broron atau Arnold Aristone Sinaga harus dimintai keterangannya, terkait keterlibatannya dalam aksi anarkis diseputaran Gedung DPR RI Senayan Jakarta,” pungkasnya.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa sekelompok orang disekitar Gedung DPR-RI pada Senin 25 Agustus 2025 malam berlangsung ricuh. Sekurangnya, ada 370 orang peserta demo yang ditangkap polisi, termasuk pelajar yang masih berusia 17 tahun kebawah. (Sofyan)






