BERITA BEKASI – Sekjen Perisai Keadilan Masyarakat (PKM), Amir Mahmud, menyesalkan sikap Bupati Bekasi yang dinilai kurang peka menanggapi persoalan RSUD Cabangbungin.
“Belakangan kecang beberapa persoalan di RSUD Cabangbungin, namun tidak terlihat Bupati maupun Wakil Bupati yang tampil,” terang Amir kepada Matafakta.com, Jumat (8/8/2025).
Mulai dari, kata Amir, dugaan malpraktek Bayu Fadillah yang mengalami kebutaan, Dewi Pertiwi operasi tanpa izin keluarga, dugaan pelecehan seksual dan penerimaan pegawai.
“Ini terkesan pihak RS plat merah itu bertarung sendiri dengan masyarakat yang merasa dirugikan. Bahkan sekarang terjadi pertarungan kuasa hukum vs kuasa hukum,” tuturnya.
Menurut Amir, Bupati Bekasi selaku Kepala Daerah, tidak baik berdiam diri, terutama yang berkaitan dengan persoalan-persoalan masyarakat kecil.
“Persoalan hukum itu nanti mana benar mana salah, tapi teriakan masyarakat kecil yang merasa dirugikan ini harusnya ditanggapi, bukan di diamkan,” imbuhnya.
Sehingga, sambung Amir, persoalan yang membelit RSUD Cabangbungin melebar dan terus memanas bahkan masing-masing kuasa hukum mulai mau saling menyerang.
“Ditengah persoalan yang menimpa RSUD Cabangbungin beredar video Bupati Bekasi mengapresiasi inovasi Rusa Berlian dan keseruan Bupati Bekasi bermain futsal,” sindir Amir.
Hal itu, lanjut Amir, tentu makin menyayat hati dan perasaan masyarakat yang tengah mengalami kekecewaan terhadap pelayanan RSUD Cabangbungin.
“Itulah pentingnya kepemimpinan yang memiliki empati dan kepedulian terhadap kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan,” ujarnya.
Ditambahkan Amir, seorang Kepala Daerah seharusnya tidak hanya berfokus pada kebijakan dan administrasi, tetapi juga mampu memahami kesulitan yang dialami rakyat kecil.
“Menggunakan posisinya untuk memperbaiki kehidupan masyarakat misalnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, perumahan dan ekonomi,” pungkasnya. (Hasrul)





