BERITA JAKARTA – Politik pengorbanan kerap menjadi jalan pilihan para politikus di Tanah Air demi memperjuangkan dan melayani kepentingan yang lebih luas dan yang lebih bermaanfaat bagi masyarakat.
Salah satunya adalah Effendi simbolon mantan politikus senior PDI-Perjuangan (PDIP) yang menjadikan politik pengorbanan sebagai pilihan. Beliau dipecat dari PDIP, karena pernah dinilai condong terhadap pasangan Prabowo–Gibran pada Pilpres 2024 yang lalu.
Menurut Kordinator Justicia Networking Forum (JNF), Anto Yulianto, pernyataan Wakil Presiden (Wapres) Gibran dalam acara HUT ke-19 PSBI Simbolon (Persatuan Marga Batak) di Jakarta pada 7 Juni 2025 soal pemecatan Effendi Simbolon justru Wapres Gibran menghargai pengorbanan seorang Effendi Simbolon.
“Seseorang yang telah mengorbankan dirinya dan kedudukannya di Partai untuk kepentingan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Anto, Selasa (8/7/2025).
Hal itu pernah disampaikan Effendi Simbolon sendiri pada waktu menjelang Pilpres 2024 yang lalu diacara Forum Rapat Kerja Nasional Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) pada bulan Juli 2023.
Beliau menyatakan sebagai personal, Effendi berharap Indonesia dipimpin oleh tokoh yang andal, sehingga kondisi porak-poranda bisa dihindari.
“Saya kira kita bisa membaca, secara jujur dan objektif, saya melihat itu ada di Pak Prabowo. Bahwa Prabowo Subianto, adalah sosok yang pantas memimpin bangsa menggantikan Jokowi,” ucap Effendi Simbolon.
Artinya, dengan menghargai pengorbanan seseorang di jalan politik, kita dapat menciptakan budaya politik yang lebih sehat dan konstruktif, dimana individu lebih termotivasi untuk berkontribusi pada perbaikan masyarakat dan membangun masa depan yang lebih baik.
Wapres Gibran adalah sosok yang menghargai pengorbanan jalan politik seseorang, mengakui dan menghormati dedikasi, kerja keras dan risiko yang diambil seseorang dalam berjuang untuk kepentingan bersama melalui jalur politik.
“Pernyataan Wapres Gibran sah sah saja, sesuai dengan kenyataan yang ada bahwa Gibran dan Effendi Simbolon pernah di pecat oleh PDI-P, karena berbeda garis pilihan politik dan tidak perlu ada yang kebakaran jenggot dengan pernyataan tersebut,” kata Anto.
Jadi, sambung Anto yang mengambil kesimpulan bahwa pernyataan Wapres Gibran atas pemecatan terhadap Effendi Simbolon oleh PDI-P sebagai pengorbanan besar upaya untuk mengganggu hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri adalah dangkal.
“Ngawur bila ada pihak yang menyatakan bahwa maksud dari pernyataan Gibran itu untuk mengingatkan Prabowo atas jasa dari keluarga mantan Presiden, Joko Widodo maupun pihak lainnya,” tegas Anto.
JNF sendiri memandang sudah sepatutnya dan sepantasnya bila Effendi Simbolon dipercayakan ada di dalam di Pemerintahan Prabowo–Gibran, karena jejak rekamnya adalah sebagai seorang pejuang, petarung dan siap untuk mengorbankan dirinya.
“Effendi Simbolon jejak rekamnya adalah sebagai seorang pejuang, petarung dan siap untuk mengorbankan dirinya,” pungkas Anto. (Sofyan)






