BERITA JAKARTA – Pelayanan perbankan Bank DKI terganggu dan ini benar-benar bikin sulit nasabah. Apalagi, terjadi saat menjelang lebaran ketika nasabah benar-benar membutuhkan duit alias layanan Perbankan.
Atas kejadian ini, Direksi Bank DKI dibawah kepemimpinan Agus Haryoto Widodo serta jajaran Komisaris harus bertanggung jawab.
“Payah nih Bank DKI, seminggu tidak berfungsi dan hal ini sangat merugikan nasabah dan merusak citra Bank DKI dimata publik. Direksi bank DKI harus bertanggung jawab,” tegas Direktur Eksekutif Center of Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, Kamis (10/4/2025).
Menurut Uchok, Bank DKI ini aneh bin janggal dimana tahun ini memperoleh penghargaan sebagai Top Digital Corporate Brand Award 2025 kategori Perbankan dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam ajang ‘7th Top Digital Corporate Brand Award 2025’.
“Jadi kualitas IT Bank DKI yang benar seperti apa? Kalau memang mumpuni, kenapa bisa terjadi gangguan hingga berlama-lama. Sehingga merugikan nasabah. Saya kira, kejadian Bank DKI ini bikin malu mas Pramono Anung sebagai Gubernur Jakarta,” jelasnya.
Maka untuk itu, lanjut Uchok, sebaiknya jajaran Direktur dan Komisaris Bank DKI untuk segera mengundurkan diri untuk menutupi malu Gubernur Pramono.
“Dengan mengundur diri mereka itu sebagai tanggungjawab moral, karena citra Bank DKI rusak, nasabah rugi dan ini sebagai facel lebaran buat Gubernur DKI dari jajaran pimpinan Bank DKI,” ulasnya.
Terkait terganggu layanan Perbankan Bank DKI, warga internet (warganet) banyak yang curhat. Para nasabah Bank DKI itu mengaku tak bisa bertransaksi dengan lancar.
Hal ini terjadi sejak malam takbiran atau 30 Maret 2025, banyak nasabah Bank DKI mengeluhkan ngadatnya layanan Perbankan dari Bank DKI, lewat media sosial (medsos) X. (Sofyan)






