BERITA JAKARTA – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Tahun 2023, Kepala Biro Umum Yudi Indra Gunawan Kejaksaan Agung (Kejagung) sebesar Rp 3,6 miliar lebih.
Dalam rincian elhkpn.kpk.id, Yudi Indra memiliki tanah dan bangunan seluas 235 M2/251 M2 di Kota Jakarta Barat, hasil sendiri Rp2.600.000.000, kendaraan Mazda Minibus Tahun 2018, hasil sendiri Rp200.000.000.
Kijang Toyota Inova Tahun 2018, hasil sendiri Rp 350.000.000 dan Toyota Fortuner 2.2 YRZ 4×2 Tahun 2022, hasil sendiri Rp400.000.000 dengan total Rp950.000.000.
Harta bergerak lainnya Rp 31.600.000, kas dan setara kas Rp102.578.219, sehinga total harta kekayaan Yudi Indra Gunawan Rp 3.684.178.219.
Yudi Indra merupaka Kepala Biro Kejagung RI yang menangani tander pengadaan meubelair, furniture, interior dan sarana prasarana Gedung Utama Kejagung Tahun Anggaran (TA) 2022 sebesar Rp315 miliar.
Hingga kini, Kepala Biro Kejagung RI, Yudi Indra Gunawan enggan menjawab konfirmasi yang dilayangkan Matafakta.com, terkait tander yang dimenangkan PT. Binacitra Teknologi Indonesia (BTI).
Sebagai informasi saat pelaksanaan lelang berlangsung ada sekitar 57 perusahaan kontraktor yang mengikuti kontes lelang. Dari 55 perusahaan itu, hanya 2 perusahaan yang mengajukan harga yaitu PT. BTI dan PT. Sokka Global Mandiri (SGM).
Dalam penawaran lelangnya, PT. BTI memberikan harga tertinggi yakni Rp315 miliar. Sedangkan PT. Sokka Global Mandiri (SGM) dengan penawaran harga terendah yakni Rp309 miliar.
Tapi entah mengapa malah PT. BTI yang disetujui untuk pengerjaan meubelair, furniture, interior dan sarana prasarana Gedung Utama Kejagung senilai Rp315 miliar Tahun 2022 tersebut.
Padahal, saat dilakukan penelusuran jurnalistik, Meidy petugas Ruko yang berada di Jalan Garuda Kemayoran Jakarta Pusat itu mengatakan, bahwa PT. BTI sudah tidak aktif lagi berdagang.
“Sudah lama tidak aktif lagi. Tapi terkadang ada karyawan namun lebih banyak tidak ada karyawannya,” tutur Meidy saat ditanya Matafakta.com soal keberadaan PT. BTI pada Senin 24 Februari 2025.
Memang dilokasi terlihat saat media ini mendatangi PT. BTI pada Senin 24 Februari 2025, tidak ada kegiatan perkantoran pada umumnya. Hanya sunyi dan senyap.
Maklum, PT. BTI menempati lantai 1 dari 4 lantai yang tersedia. Dilantai 2 ada kantor hukum dan lantai 3 perusahaan Ketenagakerjaan menempati Ruko bernomor 29 C. Sementara lantai 4 dipergunakan untuk menjemur pakaian.
Bahkan, pintu kantor kontraktor tertutup rapat. Berulangkali media ini mengetuk pintu kantor PT. BTI namun tidak ada jawaban dari sang penghuninya.
Kecurigaan semakin nyata dengan tampilan kaca kantor depan berwarna hitam dengan stiker kaca bercorak kotak-kotak menambah kesan aroma kejanggalan menyeruak.
Ada dugaan pengadaan meubelair, furniture, interior dan sarana prasarana Gedung Utama Kejagung tersebut disebut-sebut melalui Biro Umum Kejagung.
Sayangnya, hingga kini Matafakta.com masih berupaya meminta tanggapan melalui Kepala Biro Perlengkapan dan Kepala Biro Umum Kejaksaan Agung, namun belum ditanggapi. (Sofyan)






