“Penggiringan Opini Judol Ada Upaya Kepentingan Politik Membunuh Karakter Budi Arie”
BERITA JAKARTA – Dukungan untuk mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Men-Kominfo), Budi Arie Setiadi, terus mengalir bersamaan dengan serangan para haters dengan berbagai isu miring dugaan keterkaitannya dengan mantan stafnya di Kominfo.
Kini, mantan wartawan dan politkus tersebut, harus terus berjuang menghadapi berbagai isu miring tentang judi online (judol) yang terus di-framing sedemikian rupa oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Menanggapi hal tersebut, Kordinator Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI), Azmi Hidzaqi menyatakan, bahwa pihaknya meyakini Budi Arie, tidak terlibat dalam skandal tindak pidana judol seperti yang banyak beredar di media sosial (medsos).
“Justru ini, merupakan upaya untuk melakukan politisasi isu agar terjadinya pembunuhan karakter. Kami tidak yakin Budi Arie terlibat dalam kasus judol seperti yang dituduhkan itu,” ujarnya kepada Matafakta.com, Rabu (26/2/2025).
“Beliau tegas memberikan sangsi terhadap mantan stafnya di Kominfo. Kami prihatin dengan adanya opini sesat dan fitnah yang coba disebarkan, sehingga sangat mengganggu kinerja Pemerintahan saat ini,” sambungnya.
Dikatakan Azmi, Kominfo telah bekerja maksimal dalam memblokir situs judol dengan jumlah yang sangat banyak. Selama menjabat sebagai Menkominfo, Budi Arie kerap menyebut fokus memberantas praktik judi online.
“Dibawah kepemimpinannya, Kominfo telah melakukan pemutusan akses terhadap 3,8 juta konten yang bermuatan Judi Online sejak 17 Juli 2023 hingga 9 Oktober 2024,” jelasnya.
Selain itu, kata Azmi, Kementerian tersebut juga telah memblokir setidaknya 31.751 sisipan halaman judi pada situs Lembaga Pendidikan dan lebih dari 31.812 sisipan halaman Judi pada Lembaga Pemerintahan.
“Budi Arie juga pernah menginstruksikan bagi seluruh Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama, ASN dan pegawai di unit dan satuan keria dilingkungan Kemenkominfo untuk tidak berkomunikasi dengan pihak yang diduga atau patut diduga terlibat dengan aktivitas Judi Online,” ungkapnya.
Budi Arie juga, tambah Azmi, meminta para jajarannya tidak melakukan kegiatan yang mendukung, memfasilitasi atau mempermudah aktivitas yang berkaitan dengan judi online atau judi slot dalam bentuk apapun.
“Kami menduga ada pihak yang punya kepentingan politik dengan mendorong isu ini untuk kepentingan politik, sehingga dapat menggancam posisi Budi Arie sebagai Menteri Koperasi saat ini dan mereka berharap dapat di ganti oleh orang yang punya kepentingan,” ujarnya.
Oleh karena itulah, maka pihaknya yakin bahwa matan Kominfo itu tidak terlibat apalagi ada kaitannya dengan kasus yang dilakukan oleh staf di Kominfo, karena tidak mungkin seorang Mentri dapat mengawasi seluruh prilaku individu bawahannya.
“Selain itu, kami ragu kalau Budi Arie terlibat dalam situs Judol, karena terbukti beliau lah yang sangat gencar melakukan perang dan memblokir situs judol tersebut. Jadi sudah lah stop politisasi judol terhadap Budi Arie,” pungkasnya. (Sofyan)






