Mahfud MD Maling Teriak Maling Dalam Gratifikasi Jet Pribadi

- Jurnalis

Minggu, 15 September 2024 - 02:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Advokat Alvin Lim, SH, MH

Foto: Advokat Alvin Lim, SH, MH

BERITA JAKARTA – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengaku pernah menggunakan jet pribadi saat masih menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu disampaikan Mahfud melalui akun media sosial pribadinya. Padahal sebelumnya Mahfud menyerang Kaesang yang mengunakan Private Jet agar KPK memeriksa Kaesang.

“Saya bukan membela Kaesang, tapi saya ingin mengkritik Mahfud,” kata pengacara vokal Alvin Lim, Sabtu (14/9/2024).

Mahfud, lanjut Alvin, tidak ngaca sebelum mengkritik Kaesang. Sebagai Ketua MK harusnya Mahfud tahu bahwa naik pesawat jet pribadi merupakan sebuah gratifikasi.

“Mahfud kalo bener harusnya lapor ke KPK,” sindir Pendiri LQ Indonesia Law Firm itu, menyimak akun sosial pribadi Mahfud MD.

Lebih jauh Alvin Lim menyebut, Mahfud adalah pengkhianat yang menusuk Jokowi dari belakang.

“Saya ngak percaya selama menjabat Mahfud ngak pernah terima suap dan gratifikasi. Akan ada saatnya nanti bisa keluar buktinya,” ucap Alvin.

Alvin Lim menghimbau masyarakat agar tidak terpengaruh hasutan Mahfud yang bertujuan menjilat kepada PDIP setelah keluar posisi sebagai Menteri.

“Selama Mahfud jadi Menkopolhukam, hukum di Indonesia rusak. Tidak ada satu hal baikpun di lakukan terhadap masyarakat khususnya korban investasi bodong,” tegasnya.

Alvin pun mengungkap, Mahfud tidak pernah membalas surat para korban dan tidak pernah ditemui. Justru petisi 100 yang melawan Jokowi malah diterima.

“Jelas Mahfud menempatkan politik diatas kepentingan masyarakat. Sekarang dia menempatkan diri seolah-olah pahlawan yang mendukung masyarakat melawan penguasa zholim. Lucu sekali cara pengkhianat bertindak,” pungkas Alvin. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB