BERITA JAKARTA – “Saya cukup menyebut inisialnya T aja. Ini saya sebut di depan Presiden,” kata Benny Rhamdani dalam kata sambutannya di Pengukuhan dan Pembekalan Komunitas Relawan Pekerja Migran Indonesia (Kawan PMI) di Kota Medan.
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny secara terang-terangan mengungkapkan identitas bos mafia judi online di Indonesia sudah diketahui berinisial T.
Bahkan, Benny berujar, Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sempat kaget mendengar laporannya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW), Indra Sukma mengatakan, Kapolri harus menggali informasi yang disampaikan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dihadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Karena informasi yang disampaikan Benny tentang boss mafia judi berinisial T tersebut sudah kadung bocor ke publik dalam kata sambut Kepala BP2MI diacara Kawan PMI di Kota Medan,” terang Indra.
Terlebih lagi, lanjut Indra, Kepala BP2MI, Benny Rhamdani menyebut bahwa boss mafia judi online berinisial T ini tidak bisa tersentuh hukum Indonesia.
“Luar biasa sosok seorang T sampai tidak bisa tersentuh hukum Indonesia. Polri harus dalami informasi tersebut, jika maka akan merusak reputasi institusi Polri,” jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi secara tegas menyuarakan larangan dan bahaya judi daring atau online. Dalam penegasannya, Presiden mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam perjudian baik secara offline maupun online.
Presiden juga menyoroti dampak negatif yang ditimbulkan akibat praktik judi. Mulai dari kehilangan harta benda, perpecahan keluarga, hingga meningkatnya tindakan kejahatan dan kekerasan yang terjadi di masyarakat.
“Judi itu bukan hanya mempertaruhkan uang, bukan hanya sekedar gim iseng-iseng berhadiah. Tapi judi itu mempertaruhkan masa depan, baik masa depan diri sendiri, masa depan keluarga dan masa depan anak-anak kita,” pungkas Presiden. (Ayu)






