Dewan Minta Pintu Wisata Hutan Bambu Jangan Ditutup

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2020 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI, Intan Fauzi

Anggota DPR RI, Intan Fauzi

BERITA BEKASI – Terkait sikap pengelola tempat Wisata Hutan Bambu yang menutup pintu akses warga dari RW26, Kelurahan Margahayu Bekasi Timur ke Margajaya Bekasi Selatan atau sebaliknya disesalkan banyak pihak, termasuk Anggota DPR RI, Intan Fauzi yang membawa aspirasi jembatan gantung diatas kali Bekasi yang ada di wilayah tersebut.

“Loh, itu jembatan gantung dibuat kan untuk mempermudah akses warga dua wilayah Margahayu dan Margajaya. Kalau ditutup kan warga kasihan naik getek (rakit) bahaya kalau malam hari,” kata Intan saat ditemui usai acara sosialisasi alat kesehatan di Kota Bekasi, Selasa (27/10/2020).

Politisi asal PAN ini meminta pihak pengelola Wisata Hutan Bambu harus memahami keberadaan jembatan gantung itu untuk dimanfaatkan semua orang untuk mempermudah akses.

“Kalau bicara ekses dari jembatan gantung itu kan sangat membantu mempermudah warga termasuk malam hari agar tidak menggunakan getek lagi,” tandas Anggota Komisi IX ini.

Senada dikatakan, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ibnu Hajar Tanjung bahwa pihak pengelola Wisata Hutan Bambu jangan bersikap eksklusif seperti menutup pintu akses orang lewat baik siang maupun malam hari.

“Mereka harus paham itu akses umum dan adanya jembatan gantung itu untuk masyarakat bukan untuk pengelola. Itu jembatan pakai uang rakyat Indonesia loh bukan hanya uang pengelola Wisata Hutan Bambu,” sindir politisi asal Gerindra ini.

Tanjung berharap, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bekasi untuk menegur para pengelola Kawasan tersebut agar jangan bersikap eksklusif begitu.

Untuk diketahui, beberapa hari sebelumnya, salah satu Komisioner Bawaslu Kota Bekasi, Tommy mengaku kesulitan mengambil mobilnya yang di parkir diseberang Wisata Hutan Bambu yang masuk ke Kelurahan Margajaya.

Pasalnya, saat usai maghrib dirinya harus naik getek menyeberangi kali Bekasi untuk mengambil mobilnya tersebut.

“Iya saya harus naek getek deh. Coba kalau pintunya ngak ditutup pasti saya memilih jembatan gantung itu lebih aman kan,” pungkasnya. (Edo)

Berita Terkait

Soal Desa Serang, PUSBAKUM SAW Bersama FKMPB Sambangi Kejari Kabupaten Bekasi
LPJ Keuangan Desa Karangsatu Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Dipertanyakan?
Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah
Petugas KPPS Pilkades Karang Sambung Kedung Waringin Ikuti Bimbingan Teknis
Minta Sumbangan, KOREKSI Laporkan Oknum Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi
Panitia Pilkades Bojongsari Kabupaten Bekasi Lantik 91 Petugas KPPS
Cakades Se-Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi Gelar Deklarasi Damai
Alasan Klasik DLH Kabupaten Bekasi Sewa Alat Berat Hingga Rp24,56 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:59 WIB

Soal Desa Serang, PUSBAKUM SAW Bersama FKMPB Sambangi Kejari Kabupaten Bekasi

Kamis, 17 September 2026 - 16:08 WIB

LPJ Keuangan Desa Karangsatu Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Dipertanyakan?

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Petugas KPPS Pilkades Karang Sambung Kedung Waringin Ikuti Bimbingan Teknis

Sabtu, 12 September 2026 - 11:18 WIB

Minta Sumbangan, KOREKSI Laporkan Oknum Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi

Jumat, 11 September 2026 - 20:01 WIB

Panitia Pilkades Bojongsari Kabupaten Bekasi Lantik 91 Petugas KPPS

Berita Terbaru