Pengamat: Pertaruhan Marwah Hukum di Tengah “Perang Attrition” Lembaga

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Samuel F Silaen (Kejagung Vs Polri)

Photo: Samuel F Silaen (Kejagung Vs Polri)

BERITA JAKARTA – ​Dinamika penegakan hukum ditanah air saat ini sedang memasuki fase yang paling krusial sekaligus mengkhawatirkan.

Apa yang kita saksikan antara Kejaksaan Agung dan Polri bukanlah sekadar proses hukum biasa, melainkan sebuah pertunjukan kekuatan (show of force) yang berpotensi menjadi ajang saling sandera antar institusi.

Eskalasi Konflik Dari Penegakan Hukum ke Ajang Saling “Tikam”

​Langkah berani Jaksa Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam menciduk serta menetapkan status tersangka terhadap dua Jenderal satu Purnawirawan dan satu aktif dalam kasus korupsi BGN, ibarat melemparkan batu ke sarang lebah.

“Ini adalah sinyal bahwa pagar kekebalan hukum yang selama ini melindungi elemen Kepolisian mulai diruntuhkan,” terang Silaen kepada Matafakta.com, Jumat (10/7/2026).

Namun, respons Polri pun tidak kalah gesit. Serangan balik melalui pengusutan kasus korupsi bailout PLN terkait batubara, serta pengungkitan kembali borok lama di ASABRI dan Krakatau Steel, memperlihatkan pola tit for-tat (saling balas) yang sangat kentara.

Poin-Poin Kritis Pengamatan

​Geledah Jampidsus penemuan dan penyitaan uang senilai Rp60 miliar di sebuah restoran yang ditengarai sebagai markas Jampidsus adalah game changer. Ini bukan lagi soal perkara, ini soal kredibilitas internal penegak hukum.

​Intervensi TNI Pengawalan ketat rumah Jampidsus oleh personel TNI menambah dimensi baru dalam “segitiga” konflik ini.

“Apakah ini bentuk perlindungan atau justru pesan subliminal bahwa ada wasit yang mulai gerah melihat manuver Polri dan Kejagung?,” sindirnya.

​Saling sandera pertanyaannya, apakah ini murni penegakan hukum yang progresif atau sekadar upaya saling sandera (leverage) untuk menutupi kepentingan yang lebih besar?.

“Rakyat mencium aroma pertarungan politik kekuasaan di balik baju seragam penegak hukum,” ujar Silaen.

​Jika penegakan hukum hanya menjadi alat untuk saling tikam, maka yang menjadi korban utama adalah kepercayaan publik terhadap Negara.

Institusi yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan justru terjebak dalam perang attrition (pengikisan) yang justru melemahkan posisi tawar hukum itu sendiri di mata masyarakat.

“Kita sedang berada di titik nadir dimana batasan antara “menegakkan hukum” dan “melumpuhkan lawan” menjadi sangat kabur,” imbuhnya.

Kejagung, Polri, dan intervensi yang melibatkan elemen TNI ini harus segera dihentikan atau diurai oleh otoritas tertinggi sebelum instabilitas yang lebih luas merembet ke stabilitas nasional.

“Kita lihat saja kelanjutannya. Apakah ini akan berakhir dengan “tukar guling” kasus, atau justru akan terjadi pembersihan besar-besaran di tubuh institusi penegak hukum kita?,” pungkasnya. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB