BERITA BANDUNG – “Tidak benar kalau saya selaku kontraktor dituding menguasai semua proyek di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.”
Hal tersebut, ditegaskan Sarjan usai persidangan ke-7, terkait kasus ijon proyek yang menghadirkan Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM. Kunang.
“Belanja modal dari APBD itu Rp1,3 triliun. Dari nilai itu saya hanya mendapatkan pekerjaan proyek senilai Rp100 miliar,” terang Sarjan, Rabu (15/4/2026).
“Artinya, saya hanya mendapatkan 1 persen saja. Masih ada 99 persen yang perlu diungkap siapa kartelnya atau siapa yang jadi master mainnya,” sambung Sarjan.
Lebih jauh Sarjan mengatakan, kalau dihitung total belanja modal dari seluruh Dinas dirinya hanya mendapatkan 0,7 persen. Di SDABMBK Kabupaten sendiri hanya dapat 2 persen.
“Di Dinas SDABMBK yang dipimpin, Henri Lincoln sendiri saya hanya dapat 2 persen dari anggaran Rp600 miliar. Kan saya dapatnya cuma Rp30 miliar,” ungkapnya.
Dengan fakta ini, lanjut Sarjan, jadi tidak benar jika dirinya dianggap mengusai semua proyek dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
“Saya hanya dapat 1 persen dari nilai belanja modal Rp1,3 triliun APBD Kabupaten Bekasi. Masih ada 99 persen itu yang perlu diungkap. Saya ini masih kecil,” pungkas Sarjan. (Tim)






