Stop Narasi & Freming Negatif Terkait Alat Simulator Berkuda

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simulator Berkuda

Simulator Berkuda

BERITA JAKARTA – Beredarnya narasi liar yang sengaja dimunculkan untuk menyerang Polri, karena telah melakukan pembelian alat simulator berkuda merupakan sebuah narasi yang menyesatkan yang diproduksi oleh pihak tertentu untuk menyebarkan kebencian dan memicu ketidakpercayaan publik terhadap Polri.

Adanya isu negatif yang menyebutkan pembelian simulator berkuda tidak penting merupakan narasi sesat yang sengaja diciptakan untuk menggiring opini publik untuk menjatuhkan Polri. Faktanya, dengan adanya simulator berkuda yang di miliki Polri sangat penting untuk sarana latihan para personil berkuda dan memastikan personel terlatih secara profesional sebelum turun kelapangan.

Kepada Matafakta.com, Kordinator Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI), Azmi Hidzaqi, mengatakan, bahwa pembelian simulator berkuda yang di miliki Polri, merupakan sebuah kebutuhan utama bagi para personil Polri.

“Tudingan pemborosan anggaran untuk pembelian alat simulator berkuda merupakan narasi yang menyesatkan publik dan tidak berdasarkan fakta dan data. Sebab, Kepolisian sangat membutuhkan alat simulator berkuda ini untuk melatih keseimbangan, ritme dan teknik dasar berkuda, sekaligus meminimalkan risiko cedera dibandingkan latihan langsung dengan kuda asli,” terang Azmi, Senin (16/3/2026).

Menurut data, kata Azmi yang kami dapatkan bahwa penggunaan polisi berkuda di negara-negara maju masih dipertahankan hingga saat ini, meskipun teknologi kendaraan patroli sudah sangat canggih. Unit ini sering disebut sebagai Mounted Police atau Kavaleri Kepolisian.

“Negara dengan Unit Polisi Berkuda antara lain Kanada terkenal dengan Royal Canadian Mounted Police (RCMP) atau Mounties yang menjadi simbol ikonik Kepolisian Kanada, terutama dalam sejarah dan tugas-tugas seremonial,” tuturnya.

Australia, menggunakan polisi berkuda untuk patroli dan pengendalian massa di kota-kota besar, Britania Raya (Inggris), unit berkuda Kepolisian Metropolitan London (Metropolitan Police Mounted Branch) memiliki sejarah panjang sejak 1758 dan aktif dalam pengamanan acara publik.

“Di Amerika Serikat banyak Departemen Kepolisian Kota seperti NYPD menggunakan unit berkuda untuk patroli taman dan pengendalian massa. Kami menilai penggunaaan alat simulator berkuda ini sangat penting untuk Polri,” ulasnya.

Diantaranya, sambung Azmi, untuk faktor keamanan maksimal, selain itu faktor efektivitas latihan dan efisiensi waktu latihan berkuda tidak bergantung pada kondisi cuaca dan mengurangi biaya operasional perawatan serta pelatihan kuda.

“Personel Polri dapat merasakan simulasi medan nyata secara virtual, meningkatkan kesiapan mental dan fisik sebelum menggunakan kuda asli. Kami menilai sudah saatnya kini Polri menggunakan alat-alat canggih dan modern yang memang menjadi kebutuhan mendesak Polri untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Terutama dalam menghadapi ancaman kejahatan konvensional yang semakin kompleks, langkah modernisasi ini bertujuan menciptakan sistem keamanan yang responsif, profesional, dan humanis,” pungkasnya. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB