Ingatkan Bahaya Jantung, Dosen Spesialis Bedah UNIMUS Semarang Juara Nasional

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prima Trisna Aji.

Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prima Trisna Aji.

BERITA SEMARANGKabar membanggakan datang dari dunia pendidikan dan kesehatan. Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prima Trisna Aji, berhasil meraih Juara I Penulis Terbaik Nasional dalam Lomba Menulis Nasional yang digelar oleh Antero Indonesia.

Ajang tersebut dilaksanakan pada 29 Januari 2026 dan pengumuman resmi pemenang disampaikan pada 28 Februari 2026, dengan peserta yang datang dari berbagai Provinsi di Indonesia.

Penghargaan ini diraih melalui tulisannya yang berjudul “Stres, Kopi, Begadang: Tiga Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Merusak Jantungmu”, sebuah artikel yang mengangkat isu gaya hidup modern yang sering dianggap biasa, tetapi menyimpan risiko besar bagi kesehatan jantung.

Kebiasaan yang Dianggap Wajar, Ternyata Berbahaya

Dalam tulisannya, Prima memotret fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini. Tekanan pekerjaan yang memicu stres, budaya minum kopi sebagai teman lembur, serta kebiasaan begadang demi menyelesaikan target menjadi gambaran yang akrab bagi banyak orang.

Sebagai dosen dengan spesialisasi jantung dan pembuluh darah, Prima menjelaskan bahwa stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol yang berdampak pada naiknya tekanan darah.

Selain itu, konsumsi kafein berlebihan memacu kerja jantung secara terus-menerus. Sementara, kurang tidur mengganggu ritme biologis tubuh yang berperan penting dalam menjaga kestabilan tekanan darah dan metabolisme.

Ketiganya, kata Prima, jika berlangsung dalam jangka panjang, berpotensi meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, bahkan gagal jantung.

Masya Allah Tabarakallah, semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa mengubah kebiasaan masyarakat yang hobi begadang dan minum kopi berlebihan,” ujar Prima saat dimintai tanggapan atas penghargaan yang diraihnya.

Prima menegaskan bahwa banyak orang tidak menyadari bahwa kerusakan jantung sering kali bukan akibat satu peristiwa besar, melainkan akumulasi kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.

Bukan Sekadar Opini, Tapi Berdasarkan Riset

Kekuatan tulisan tersebut terletak pada integrasi antara narasi populer dan basis ilmiah. Prima tidak hanya menulis berdasarkan pengamatan, tetapi juga memasukkan hasil penelitian yang ia lakukan sepanjang akhir tahun ini.

Riset tersebut mencakup efektivitas self-management pada pasien hipertensi, penanganan kasus STEMI atau serangan jantung akut, penyakit jantung koroner, hingga manajemen gagal jantung.

Temuan-temuan tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa yang mudah dipahami pembaca umum tanpa kehilangan substansi ilmiahnya.

Dewan juri menilai tulisan Prima memiliki kedalaman data, kekuatan refleksi, serta relevansi tinggi dengan kondisi masyarakat saat ini yang hidup dalam tekanan dan ritme cepat.

Menurut Prima, pendekatan yang ia gunakan memang sengaja difokuskan pada kebiasaan mikro sehari-hari.

Prima ingin menunjukkan bahwa pencegahan penyakit jantung bisa dimulai dari perubahan sederhana, bukan selalu menunggu kondisi darurat medis.

Kenapa Tulisan Ini Menang?

Dalam penilaian dewan juri, karya Prima dinilai unggul karena mampu mengangkat isu yang sangat dekat dengan pembaca, menggunakan bahasa yang ringan namun tetap berbasis bukti ilmiah, serta menghadirkan solusi, bukan sekadar peringatan.

Tulisan tersebut tidak menggurui, melainkan mengajak pembaca bercermin pada kebiasaan masing-masing. Aspek keterbaruan atau novelty juga menjadi perhatian.

Prima menggabungkan pendekatan micro-habit dengan evidence-based practice, sehingga edukasi kesehatan tidak terasa abstrak.

Prima juga menghadirkan konsep self-management sebagai solusi konkret yang bisa dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan jantung sejak dini.

Pendekatan ini dinilai relevan dengan generasi produktif yang akrab dengan budaya lembur, kopi, dan kurang tidur. Banyak pembaca mengaku merasa “tersentil” karena apa yang ditulis seolah menggambarkan rutinitas mereka sendiri.

Rencana Besar: Kembangkan Aplikasi untuk Pasien Jantung

Kedepan, Prima tidak berhenti pada ranah literasi. Ia tengah mengembangkan penelitian lanjutan berupa aplikasi berbasis Android untuk mendukung self-management hipertensi dan penyakit jantung koroner.

Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu pasien memantau tekanan darah secara mandiri, mengingatkan jadwal minum obat, mengatur pola makan, mengelola stres, serta memperbaiki pola tidur.

Menurutnya, jika tulisan membangun kesadaran, maka teknologi dapat membantu menjaga konsistensi perubahan perilaku.

Prima berharap inovasi ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam menekan angka penyakit kardiovaskular di Indonesia.

Penyakit Jantung Masih Jadi Pembunuh Nomor Satu

Secara nasional, penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi. Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena berkembang tanpa gejala yang jelas. Dalam konteks inilah, literasi kesehatan memiliki peran penting sebagai benteng pencegahan.

Prestasi Prima Trisna Aji bukan hanya kebanggaan bagi UNIMUS, tetapi juga menjadi bukti bahwa dosen dan peneliti dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui tulisan yang edukatif dan berbasis ilmiah.

Dari sebuah artikel tentang kopi dan begadang, lahir kesadaran tentang jantung. Dan dari ruang akademik, lahir pesan sederhana namun kuat: menjaga kesehatan tidak selalu dimulai dari langkah besar, melainkan dari perubahan kecil yang dilakukan hari ini. (Alin)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB