BERITA JAKARTA – Hanya empat unit Apartemen milik Jimmy Sutopo terpidana perkara korupsi PT. ASABRI telah terjual melalui mekanisme lelang. Dua unit Apartemen itu berlokasi di Jalan Prof. Dr. Satrio, Jakarta Selatan dan dua unit Apartemen District 8 Tower Infinity lantai 57-E dan 57-F Tower 2, Jalan Senopati Raya, Jakarta Selatan, sisa entah kemana?
“Hasil lelang akan diperhitungkan sebagai uang pengganti dalam perkara korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU PT. ASABRI (Persero) pada Kejaksaan Negeri Jakarta Timur atas nama terpidana Jimmy Sutopo,” terang Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana dalam siaran tertulisnya pada Kamis 4 Maret 2024 silam.
Timbul pertanyaan bagaimana keberadaan barang bukti yang lainnya? Sebab pada tahun 2021 Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Pidsus Kejagung), telah menggeladah dan menyita sejumlah barang bukti kepunyaan terpidana, Jimmy Sutopo.
Sebut saja barang bukti 36 lukisan berlapis emas karya Seniman Kim II Tae yang disita Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung dari terpidana Jimmy Sutopo terkait perkara korupsi PT. ASABRI, saat ini tidak diketahui keberadaannya.
Sebab, saat dikonfirmasi Matafakta.com, pihak penggelola Cemara 6 Galeri Museum milik Toeti Heraty mengaku tidak menyimpan atau memiliki lukisan emas dimaksud.
“Tidak ada disini. Kami hanya diminta Kejaksaan Agung untuk menilai harga lukisan itu,” ucap Dayat karyawan Galeri Museum Cemara 6 yang saat itu ikut menemani Toeti Heraty melakukan penaksiran lukisan emas pada tahun 2021, Selasa (24/2/2026).
Harga 36 Lukisan Itu Ditaksir Mencapai Rp109 Miliar
Dayat bercerita ia bersama Toeti Heraty dari Museum Cemara 6 di Jalan Gondangdia Jakarta Pusat, langsung mendatangi Apartemen Jimmy Sutopo di daerah Casablanca Jakarta Selatan. Setelah sebelumnya pihak Kejagung meminta untuk menaksir koleksi lukisan dimaksud.
“Saya sendiri yang ikut menurunkan lukisan dari dinding kamar Jimmy Sutopo. Kemudian saya serahkan lukisan kepada Ibu Toeti untuk dinilai harga lukisan,” tutur Dayat.
Dia mengaku, pihak Museum Galeri Cemara 6 memang mendapatkan bayaran setelah selesai menaksir harga lukisan.
“Kami memang mendapatkan bayaran untuk menilai lukisan yang menjadi barang bukti perkara korupsi,” urai pria berkacamata.
Dayat bilang seusai melakukan penaksiran lukisan, ia juga digeledah oleh petugas Kejagung guna memastikan tidak ada barang bukti yang hilang.
“Saya sempat digeledah selesai bekerja,” akunya.
Sayangnya, tidak lama setelah melakukan penaksiran harga lukisan, pemilik Museum Seni yakni Toeti Heraty wafat pada saat Pandemi Covid-19 tahun 2021.
Terpisah, Kasie Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur, Yogi Sudharsono belum merinci soal barang bukti apa saja milik terpidana korupsi Jimmy Sutopo yang saat ini telah disita dan berada di Kejari Jaktim.
“Kasie Pidsus belum merespon pertanyaan media soal soal barang bukti apa saja milik terpidana korupsi Jimmy Sutopo yang saat ini telah disita dan berada di Kejari Jaktim,” ucap Jaksa Yogi saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Tersiar kabar bahwa keberadaan sejumlah barang bukti kepunyaan Jimmy Sutopo konon kini telah tercerai berai tanpa penjelasan.
Perlu diketahui pada tahun 2021 Penyidik Pidsus Kejagung tidak hanya menyita 36 lukisan emas saja, melainkan ada beragam barang bukti. Semisal koleksi alat musik diantaranya sejumlah gitar dan piano, mobil mewah hingga jam tangan mewah turut diamankan.
Di dalam Apartemen ini juga ditemukan sejumlah karya seni berupa patung dalam beragam bentuk yang sebagian juga diduga berlapis emas.
Tak hanya melakukan penggeledahan, Kejaksaan Agung juga menyita sejumlah mobil mewah yang merupakan aset milik terpidana perkara korupsi PT. ASABRI, Jimmy Sutopo.
Salah Satu Aset Sitaan Adalah Mobil Rolls Royce Tipe Phantom Coupe
Tiga unit mobil yang cukup mahal tersebut yakni mobil Rolls Royce Phantom Coupe warna hitam Nomor Polisi B 7 EIR, Mercedes Bens type M-AMG S63 CPAT (C217CBU) B 296 KE dan satu Nissan Teana warna hitam Nomor Polisi B 1940 SAJ.
Selain itu, ada juga 14 jam mewah yang dibeli Jimmy antara lain, bermerek Cartier warna emas dengan kode 1955 Swiss Made, Audemars Piguet warna emas berkode P00526 dan Patek Philippe Naulitus warna emas.
Selanjutnya, Breguet warna emas, Vacheron Constantin Geneve warna hitam dan Antoine Preziuso Geneve kombinasi warna perak emas. Kemudian, Hysek seri ABYSS dan Hublot seri classic serta perhiasan. (Sofyan)






