BERITA JAKARTA – Dua Warga Negara Asing (WNA) jaringan narkoba Internasional berhasil ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) yakni, MK dan TKG asal Malaysia.
MK dan TKG lah yang membuat keberadaan clandestine laboratory (pabrik gelap) narkotika jaringan Internasional yang memproduksi 3 ribu liquid vape narkoba yang mengandung etomidate.
Kedua pelaku, membuat pabrik gelap disebuah Apartemen di Sudirman yang beromzet sekitar Rp18 miliar. Operasi dilakukan BNN yang bekerja sama dengan Bea Cukai.
Keberhasilan BNN, telah menyelamatkan 15.000 jiwa anak bangsa. BNN sendiri sudah beberapa kali berhasil menggagalkan peredaran cairan vape dengan kandungan narkotika.
Kepada Matafakta.com, Kordinator Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI), Azmi Hidzaqi mengatakan, fenomena dalam penyalahgunaan vape tidak hanya terjadi di Indonesia.
“Di Negara tetangga, Singapura, otoritas menemukan ribuan produk vape ilegal dengan kandungan zat berbahaya seperti etomidate dan ketamine,” terangnya, Senin (19/1/2026).
Vape jenis ini, kata Azmi, dikenal sebagai “zombie vapes” atau “Kpods” karena menimbulkan efek seperti linglung, kehilangan keseimbangan, bahkan risiko overdosis.
“Ketamine, termasuk narkotika golongan III, diatur dalam UU Nomor: 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dan diperbarui melalui Permenkes Nomor: 13 Tahun 2014,” tuturnya.
“Tetrahydrocannabinol atau THC, zat psikoaktif utama pada ganja, termasuk narkotika golongan I, berdasarkan Permenkes Nomor: 4 Tahun 2021,” sambungnya.
Secara medis, lanjut Azmi, etomidate adalah agen hipnotik yang digunakan untuk menginduksi tidur atau anestesi pada pasien sebelum prosedur operasi atau tindakan medis.
“Obat ini dikenal memiliki keunggulan karena efek minimalnya terhadap tekanan darah atau stabilitas hemodinamik, menjadikannya pilihan untuk pasien dengan kondisi lemah,” imbuhnya.
Penggunaannya harus dilakukan oleh tenaga medis profesional. Namun, ketika diubah menjadi cairan vape dan dihirup, etomidate bertransformasi menjadi zat berbahaya.
“LAKSI memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada BNN yang berhasil mengungkap sindikat jaringan narkoba Internasional,” ucapnya.
Selain itu, BNN berhasil melakukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan penegakan hukum, penguatan intelijen dan kerjasama global, terutama menjelang target Indonesia Emas 2045.
“LAKSI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi dalam rangka mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba,” ulasnya.
Selain itu, LAKSI juga menghimbau masyarakat mampu menolak, mencegah, melapor dan berani merehabilitasi diri apabila terkena indikasi penyalahgunaan narkoba.
Kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto dinilai berani dan tegas, salah satunya ditunjukkan melalui operasi senyap yang berhasil menangkap gembong narkotika Internasional, termasuk penangkapan di Kamboja.
“BNN dinilai telah aktif dalam menggunakan strategi War on Drugs untuk memberantas peredaran gelap, salah satunya melalui penangkapan sindikat lintas Negara seperti Iran, Tiongkok dan Malaysia yang menyelundupkan narkoba dalam jumlah besar,” pungkasnya. (Sofyan)






